KabarBaik.co, Nganjuk – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul melakukan kunjungan kerja ke Nganjuk. Agenda Gus Ipul adalah sosialisasi Sekolah Rakyat serta penguatan dan pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Data adalah jantung dari keadilan sosial. Kita ingin bantuan yang disalurkan benar-benar sampai ke tangan yang berhak,” ujar Gus Ipul di hadapan ratusan undangan yang menghadiri acara, Sabtu (28/2).
Dalam arahannya, Gus Ipul yang membuka acara dengan membagikan paket sembako dan angpao ini menekankan bahwa kunci keberhasilan seluruh program perlindungan sosial terletak pada validitas data hingga tingkat paling bawah atau penerima manfaat
“Mari kita semua mulai dari Bupati hingga Operator Desa, untuk lebih proaktif dalam memperbarui data agar akurat dan terkini,” kata Gus Ipul
Gus Ipul datang didampingi oleh jajaran pejabat eselon satu dan staf khusus Kementerian Sosial. Di antaranya adalah Dirjen Rehabilitasi Sosial Supomo, Kepala Pusdatin Kesos Joko Widiarto, serta sejumlah Direktur dan Tenaga Ahli yang fokus pada pemberdayaan masyarakat.
“Kehadiran tim lengkap ini dimaksudkan untuk memberikan arahan langsung terkait kendala-kendala pemutakhiran data yang sering dihadapi di lapangan oleh pemerintah desa,” jelas pihak terkait dari Kemensos.
Pemkab Nganjuk menyambut baik inisiatif tersebut dengan penuh antusias. Bupati Nganjuk Marahen Djumadi beserta jajaran Forkopimda, para Camat, hingga Kepala Desa/Lurah se-Kabupaten hadir kompak mengenakan kemeja putih, senada dengan rombongan Mensos.
Bupati Marhaen menyampaikan selamat datang kepada Gus Menteri dan rombongan di Bumi Anjuk Ladang, Tanah Kemenangan.
“Mental tangguh, mental juara, mental sukses, itu menjadi pijakan kita. Pendidikan yang bagus membangun sebuah karakter atau mental,” kata Marhaen.
Marhaen menyampaikan inisiatif penguatan nilai religius melalui pelaksanaan Pondok Ramadan di seluruh sekolah sebagai bagian dari pembentukan karakter masyarakat.
Selain pejabat struktural, acara ini juga dihadiri oleh para pejuang lapangan seperti Pendamping PKH, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan Pekerja Sosial (Peksos). Mereka dipercaya menjadi garda terdepan dalam menyukseskan program Sekolah Rakyat yang digagas Kemensos untuk meningkatkan literasi sosial masyarakat desa.
“Melalui pertemuan ini, diharapkan Kabupaten Nganjuk dapat memutakhirkan data kemiskinan yang transparan dan akuntabel,” ucap Kolik, Koordinator PKH Kabupaten Nganjuk
Dengan data yang kuat dan akurat, program bantuan sosial ke depan diharapkan tidak lagi mengalami kendala salah sasaran, sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Nganjuk. (*)








