KabarBaik.co, Pasuruan – Kenaikan harga komoditas berbahan plastik kini mulai meresahkan para pelaku usaha mikro di wilayah Pasuruan dan sekitarnya. Lonjakan harga yang terjadi secara terus menerus memicu kekhawatiran akan keberlangsungan bisnis kecil yang sangat bergantung pada kemasan plastik sekali pakai.
Kenaikan harga tersebut dilaporkan telah berlangsung sejak sebelum masa Lebaran dan terus bertahan hingga saat ini. Akibatnya banyak pedagang harus memutar otak untuk menyesuaikan modal usaha mereka di tengah harga barang yang tidak menentu.
Salah satu pedagang, Imron, menyebutkan bahwa kenaikan harga plastik jenis kresek orisinal bahkan menembus angka yang sangat signifikan. “Kalau yang kresek ori itu biasanya cuma Rp 23 ribu, tapi sekarang sudah naik jadi sekitar Rp 35 ribu sampai Rp 37 ribu per kilonya,” ungkapnya, Jumat (1/5).
Selain plastik kresek, kenaikan juga merambah pada wadah makanan plastik atau thinwall yang sangat dibutuhkan para pengusaha kuliner. Produk kemasan kotak ini mengalami lonjakan harga sekitar 40 persen, yang dianggap sangat memberatkan para pelanggan setianya.
“Pokoknya bahan plastik naik semua apalagi yang sering dibutuhkan masyarakat, harga terus berubah setiap harinya,” ucap Imron.
Faktor distribusi dan situasi global diduga kuat menjadi pemicu utama di balik meroketnya harga bahan baku plastik di tingkat grosir. Kondisi ini membuat para pedagang tidak memiliki pilihan lain selain mengikuti kenaikan harga yang ditetapkan oleh pihak distributor pusat.
Imron menjelaskan, kenaikan harga plastik secara umum berada di rentang 15 hingga 30 persen dari harga sebelumnya. “Kenaikannya ini langsung signifikan, tidak bertahap dikit-dikit, dan dampaknya sangat terasa bagi kami pedagang kecil,” jelasnya.
Tingginya harga jual berdampak langsung pada jumlah omzet harian para pedagang yang kini mengalami penurunan cukup drastis. Banyak konsumen yang mulai mengurangi jumlah pembelian karena daya beli masyarakat yang sedang melemah akibat inflasi bahan pokok lainnya.
“Harapan saya harga kembali normal untuk mengangkat kembali daya beli masyarakat yang sekarang sedang menurun ini,” tutup Imron. (*)








