Hasil Final BWF World Championships 2026: Dua Unggulan China No 1 Tumbang, Prancis-Korsel Ukir Sejarah

oleh -480 Dilihat
Gicquel Delphine
Thom Gicquel/ Delphine Delrue, pasangan ganda campuran Prancis (BWF)

KabarBaik,co, India- Luar biasa! Dari nyaris kehilangan momentum hingga berdiri di puncak dunia. Thom Gicquel/Delphine Delrue menutup perjalanan bersejarah Prancis dengan cara paling dramatis. Menaklukkan unggulan teratas Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping dalam final tiga gim untuk merebut gelar juara dunia BWF World Championships 2026, di Indira Gandhi Indoor Stadium, Minggu (23/8).

Gicquel/Delrue menjadi juara dunia ganda campuran setelah mengalahkan pasangan China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, dengan skor 22-20, 19-21, 21-15.

Kemenangan tersebut terasa semakin istimewa. Sebab, sebelumnya Gicquel/Delrue juga telah mencetak sejarah baru dengan membawa Prancis ke final Kejuaraan Dunia untuk kali pertama. Dan, mereka teah menyempurnakan sejarah tersebut dengan membawa pulang medali emas.

Final berlangsung sengit sejak awal. Kedua pasangan saling kejar poin dan tidak memberikan ruang bagi lawan untuk mengembangkan permainan. Gicquel/Delrue akhirnya mampu mengamankan gim pertama dengan skor tipis 22-20.

Namun, Feng/Huang tidak menyerah. Pasangan China tersebut merespons dengan permainan yang lebih agresif pada gim kedua. Pertarungan kembali berlangsung ketat hingga poin-poin akhir sebelum Feng/Huang berhasil merebut gim kedua 21-19 dan memaksakan rubber game.

Di sinilah mental juara Gicquel/Delrue benar-benar diuji. Setelah kehilangan gim kedua, pasangan Prancis yang datang menjadi unggulan kelima tersebut tidak runtuh. Mereka justru tampil lebih berani di gim penentuan. Gicquel/Delrue mampu menjaga tekanan, memanfaatkan kesalahan lawan, dan perlahan membangun keunggulan.

Feng/Huang berusaha mengejar. Tapi, Gicquel/Delrue tidak lagi memberikan kesempatan untuk membalikkan keadaan. Pasangan Prancis itu akhirnya menutup gim ketiga dengan kemenangan 21-15. Sejarah pun tercipta.  Gicquel/Delrue bukan hanya menjadi pasangan Prancis pertama yang mencapai final Kejuaraan Dunia, melainkan juga berhasil menjadi juara dunia.

Perjalanan menuju emas tersebut terasa semakin luar biasa jika mengingat bagaimana keduanya melewati semifinal. Saat menghadapi Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin, Gicquel/Delrue sempat tertinggal satu gim sebelum bangkit dan mencetak 12 poin beruntun pada gim penentuan.

Kini, setelah melewati dua pasangan China dalam dua babak terakhir, Gicquel/Delrue akhirnya berdiri di podium tertinggi. Pencapaian ini bagi Prancis adalah monumental. Negara yang selama ini bukan kekuatan tradisional olahraga tepok bulu, akhirnya mampu menaklukkan panggung terbesar bulu tangkis dunia.

Bagi Gicquel dan Delrue, medali emas tersebut menjadi catatan luar biasa dari pencapaian pada Kejuaraan Dunia sebelumnya. Sebelumnya mereka hanya mampu meraih medali perunggu. Kali ini, warna medalinya berubah menjadi emas. Dan untuk mencapainya, harus melewati final yang penuh tekanan. Kini, Gicquel/Delrue bukan lagi sebatas pasangan Prancis yang membuat kejutan. Mereka adalah juara dunia

Lee/Baek Juara Dunia, Akhiri Penantian 31 Tahun Korea Selatan

Sementara itu, pasangan ganda putri Korea Selatan, Lee So-hee/Baek Ha-na, sukses merebut gelar juara dunia setelah mengalahkan wakil China sekaligus pasangan nomor 1 dunia, Liu Shengshu/Tan Ning, dalam dua gim langsung 21-15, 21-15.  Kemenangan yang istimewa bagi Korea Selatan. Sebab, pencapaian ini menjadi gelar juara dunia pertama di nomor ganda putri dalam 31 tahun terakhir.

Pada gim pertama, Liu/Tan sempat memberikan perlawanan sengit. Setelah tertinggal, pasangan China tersebut mampu mencetak tiga poin beruntun untuk memangkas jarak menjadi 4-7. Namun, Lee/Baek tetap tenang. Pertahanan solid menjadi senjata utama untuk meredam agresivitas Liu/Tan.

Dalam sejumlah reli panjang, pasangan Korea Selatan yang datang sebagai unggulan ketiga itu mampu memenangkan poin-poin penting sehingga tetap unggul 9-5 dan menutup interval dengan skor 11-6.

Selepas jeda, Lee/Baek langsung mengambil poin pertama. Mereka terus menjaga konsentrasi meski harus menghadapi pertukaran serangan yang intens. Sebaliknya, Liu/Tan mulai melakukan sejumlah kesalahan sehingga Lee/Baek mampu memperlebar keunggulan menjadi 17-10.

Liu/Tan sempat bangkit dan mendekat hingga 14-17. Namun, momentum tersebut kembali terhenti. Sebuah pukulan Lee/Baek yang menyentuh net dan jatuh tipis di area lawan turut membantu mereka mempertahankan keunggulan. Lee/Baek akhirnya mengamankan gim pertama dengan skor 21-15 tanpa sekalipun berada dalam posisi tertinggal.

Pertandingan berlangsung lebih ketat pada gim kedua. Liu/Tan kembali mengandalkan serangan keras, tetapi Lee/Baek mampu mengimbanginya dengan pertahanan rapat dan disiplin.

Strategi tersebut kembali membuahkan hasil. Beberapa kesalahan dari pasangan China membuat Lee/Baek unggul 7-4. Lee kemudian memenangkan challenge penting yang membuat mereka semakin menjauh menjadi 9-5.

Lee/Baek mencapai interval lebih dahulu dengan keunggulan 11-7. Namun, setelah jeda, permainan mereka sempat goyah. Serangan dari sisi lapangan tidak lagi seefektif sebelumnya dan Liu/Tan memanfaatkan situasi tersebut untuk memangkas jarak hingga 13-12.

Di tengah tekanan, Lee/Baek kembali menemukan ritme. Mereka melancarkan sejumlah serangan kejutan dan berhasil mencetak rentetan poin untuk memperlebar keunggulan menjadi 18-12. Kemenangan dalam sebuah reli panjang juga menjadi salah satu titik balik penting bagi pasangan Korea Selatan tersebut.

Memasuki fase akhir, Lee/Baek semakin percaya diri. Serangan Liu yang membentur net membuat mereka mendapatkan match point pada kedudukan 20-13.

Dengan pertahanan yang tak kenal lelah, Lee/Baek kembali memaksa lawan melakukan kesalahan. Mereka pun menutup gim kedua dengan skor 21-15 sekaligus memastikan gelar juara dunia.

Gelar tersebut menjadi emas pertama Lee di Kejuaraan Dunia setelah sebelumnya hanya meraih medali perak dan perunggu. Sedangkan bagi Baek, pencapaian ini merupakan podium pertama di ajang Kejuaraan Dunia. Yang menarik gelar juara dunia ini juga menjadi titel pertama Lee/Baek pada musim ini.

Kemenangan tersebut sekaligus mengakhiri penantian panjang selama 31 tahun wakil Korea Selatan untuk kembali memiliki juara dunia di nomor ganda putri. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.