DISCLAIMER: Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.
KabarBaik.co, Nganjuk — Warga Desa Singkalanyar, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk dihebohkan dengan penemuan jasad seorang pria yang meninggal dunia dalam posisi tergantung di area pekarangan irigasi pengairan desa, Jumat (7/8).
Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Fadjar Kurniadhi membenarkan adanya peristiwa penemuan jasad gantung diri tersebut. Menurutnya, korban diidentifikasi berinisial MK, 53, seorang wiraswasta yang merupakan warga Dusun/Desa Singkalanyar, Kecamatan Prambon.
“Kejadian ini pertama kali diketahui tadi oleh salah seorang warga yang baru pulang dari toko dan melintas di pekarangan melihat ada seseorang tergantung di pohon sukun dalam keadaan sudah meninggal dunia,” ujar AKP Fadjar Kurniadhi.
Mengetahui hal tersebut, warga lantas berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar yang berdatangan kemudian mengenali korban sebagai MK.
Untuk selanjutnya warga segera menghubungi keluarga korban serta melaporkan kejadian ini ke perangkat desa setempat untuk kemudian diteruskan ke Polsek Prambon.
“Berdasarkan keterangan saksi dan keluarga, sebelum kejadian korban sempat terlihat oleh tetangganya berjalan-jalan di tepi sungai depan rumahnya. Lokasi tersebut tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP),” tambah AKP Fadjar.
AKP Fadjar menjelaskan, korban selama ini tinggal bersama kedua anaknya. Dari penelusuran riwayat medis, korban diketahui telah mengidap penyakit katarak selama kurang lebih satu tahun terakhir serta menderita sakit asam urat. Keluarga juga membenarkan bahwa korban pernah rutin berobat di Klinik Mata EDC Warujayeng.
“Hasil olah TKP yang dilakukan jajaran Polsek Prambon, Tim Inafis Polres Nganjuk, serta tenaga medis dari Puskesmas Prambon menunjukkan tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan pada tubuh korban,” tegas AKP Fadjar.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa kondisi jasad korban menunjukkan ciri-ciri medis khas peristiwa gantung diri, di mana ditemukan cairan keluar dari organ vital dan kotoran dari dubur.
“Saat ini peristiwa tersebut telah ditangani oleh Polsek Prambon dan jasad korban diserahkan kepada pihak keluarga,” pungkas AKP Fadjar.








