Hilang di Pantai Sanur, Pemancing Ditemukan Tak Bernyawa di Perairan Senggigi

oleh -58 Dilihat
Evakuasi jenazah pemancing asal Sanur di Pantai Senggigi.
Evakuasi jenazah pemancing asal Sanur di Pantai Senggigi. (Foto: Ist)

Foto : proses evakuasi korban oleh petugas dari Basarnas, personel Polairud dan Babinsa

Pemancing Asal Sanur yang Hilang di Laut Ditemukan Meninggal Terapung di Perairan Senggigi

KabarBaik.co, Lombok Barat – Masyarakat di pesisir Pantai Senggigi, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang terapung di tengah laut pada Minggu (8/3).

Setelah melalui proses identifikasi serta koordinasi lintas wilayah, identitas korban akhirnya terungkap sebagai seorang pemancing asal Sanur, Denpasar, Bali, yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Peristiwa tersebut dilaporkan ke pihak kepolisian sekitar pukul 10.00 WITA. Seorang saksi mata awalnya melihat benda mencurigakan yang menyerupai tubuh manusia terapung di perairan Pantai Kerandangan I.

Arus laut yang cukup kuat kemudian membawa jasad tersebut hingga ke area dekat mercusuar Pantai Senggigi. Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat Polsek Batulayar segera melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait guna memastikan proses evakuasi dapat berjalan aman, mengingat kondisi perairan yang cukup dinamis.

Kapolsek Batulayar AKP I Putu Krisna Varananda menjelaskan kronologi penemuan tersebut.

“Setelah menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dengan Sat Polairud Polres Lombok Barat dan tim Basarnas NTB untuk melakukan evakuasi. Posisi mayat saat itu terpantau berada di dekat menara mercusuar setelah sebelumnya terbawa arus dari arah Kerandangan,” ujar Putu Krisna.

Sekitar pukul 11.30 WITA, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, personel Polairud, serta Babinsa Senggigi bergerak menuju titik koordinat menggunakan perahu karet. Proses evakuasi berhasil diselesaikan pada pukul 12.02 WITA.

Jenazah kemudian dibawa ke tepi pantai di depan Pasar Seni Senggigi sebelum selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram menggunakan ambulans Desa Senggigi.

Setibanya di RS Bhayangkara Mataram, tim medis bersama unit identifikasi langsung melakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah yang saat itu masih berstatus sebagai “Mr. X”.

Secara visual, korban diperkirakan berusia antara 50 hingga 60 tahun. Sejumlah barang yang melekat pada tubuh korban menjadi petunjuk penting dalam proses identifikasi, di antaranya baju lengan panjang berwarna keunguan, celana pendek biru, gelang tangan berwarna perak, jam tangan perak, sebuah kalung, serta gelang benang berwarna.

Informasi mengenai penemuan jenazah tersebut dengan cepat menyebar hingga ke luar daerah. Tak lama setelah jenazah berada di kamar mayat, pihak kepolisian menerima informasi bahwa terdapat keluarga dari Sanur, Bali, yang tengah mencari anggota keluarga mereka yang hilang saat memancing.

“Kami mendapatkan informasi adanya warga Bali yang kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri pakaian dan aksesori yang identik dengan jenazah yang ditemukan. Pihak keluarga kemudian langsung menuju Lombok untuk melakukan pengecekan,” tambah AKP I Putu Krisna.

Kepastian identitas korban diperoleh pada sore hari sekitar pukul 16.00 WITA setelah adik kandung korban tiba di RS Bhayangkara Mataram. Ia memastikan bahwa jenazah tersebut adalah kakaknya berinisial IWS (53), warga Sanur, Denpasar Selatan.

Korban sebelumnya dilaporkan hilang pada Jumat, 6 Maret 2026, saat memancing menggunakan perahu di perairan Pantai Sanur. Diduga korban mengalami kecelakaan laut dan terbawa arus hingga melintasi selat dan akhirnya ditemukan di perairan Lombok Barat.

Pihak keluarga mengenali korban melalui pakaian, kalung, dan gelang yang dikenakan saat terakhir kali pergi melaut. Keluarga juga menyatakan telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

Penyidik Unit Reskrim Polsek Batulayar kemudian melengkapi administrasi berupa surat pernyataan penolakan autopsi serta berita acara serah terima jenazah kepada pihak keluarga.

Rencananya, jenazah IWS akan dipulangkan ke Bali pada malam hari menggunakan speedboat milik keluarga. Pihak Syahbandar dan Komando Pangkalan TNI AL (Danlanal) setempat telah memberikan izin khusus untuk pengangkutan jenazah agar proses pemakaman di daerah asal dapat segera dilaksanakan.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.