Imbas Banjir di Semarang, KAI Daop 8 Mohon Maaf Sejumlah KA Terlambat Datang

Editor: Dian Kurniawan
oleh -268 Dilihat
Suasana di Stasiun Surabaya Pasarturi dimana sejumlah calon penumpang kereta api antre untuk melakukan pembatalan pemberangkatan, Kamis (14/3/2024). (Humas KAI Daop 8 Surabaya)

KabarBaik.co – Sejumlah kereta api jarak jauh mengalami keterlambatan kedatangan dari Jakarta tujuan Surabaya. Hal ini akibat banjir yang melanda di wilayah Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya menyampaikan permohonan maaf atas adanya keterlambatan kedatangan kereta api. Sebab, imbas banjir di wilayah Daop 4 Semarang, perjalanan KA Jarak jauh dari Jakarta tujuan Surabaya Pasarutri dialihkan perjalanannya lewat jalur tengah dan selatan.

Baca juga:  H-7 Lebaran, Ribuan Penumpang Sudah Padati Stasiun-stasiun di Surabaya

“PT KAI mengucapkan permohonan maaf kepada para pelanggan atas terganggunya perjalanan dan kelambatan kedatangan KA akibat pengalihan perjalanan KA imbas banjir di wilayah Daop 4 Semarang,” ucap Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif, Kamis (8/3/2024).

Untuk diketahui, KA yang mengalami kelambatan tersebut, yaitu KA Jayabaya, KA Sembrani, KA Pandalungan, KA Majapahit, KA Argo Anggrek, KA Harina, KA Gumarang. Rata-rata keterlambatan kedatangan KA tersebut lebih kurang 2-3 jam dari jadwal yang seharusnya.

Baca juga:  Viral...! Banjir Depan Puskesmas Mantup, Lamongan 

Sampai dengan sekarang, KAI telah melakukan berbagai upaya untuk normalisasi jalur KA di Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng. KAI juga mengerahkan peralatan dan material yang diperlukan serta ratusan petugas untuk normalisasi dan memperbaiki jalur KA akibat banjir tersebut.

Hal ini supaya bisa dilewati kembali oleh perjalanan kereta api. Tak hanya itu, PT KAI juga memberikan Service Recovery (SR) kepada penumpang yang terdampak dan mengalami kelambatan.

Baca juga:  Hujan Lebat, Sumput Gresik Dikepung Banjir

Service Recovery yang diberikan kepada penumpang yang terdampak berupa minuman, makanan ringan hingga makanan berat,” tutup Luqman Arif.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.