Jadwal AVC Women’s Continental 2026: Jepang vs Thailand, China vs Iran, Duel Skuad Menuju Final

oleh -169 Dilihat
TIMNAS IRAN VOLI
Skuad timnas voli putri Iran. (AVC)

KabarBaik.co, China — Empat tim tersisa, dua tiket final, dan satu jalan tercepat menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Babak semifinal AVC Women’s Continental Championship 2026 di Tianjin, China, Sabtu (29/8), menghadirkan dua pertarungan dengan karakter berbeda.

Timnas voli putri Jepang menantang juara bertahan Thailand, sementara tuan rumah China berhadapan dengan Iran yang untuk kali pertama dalam sejarah turnamen  tingkat Asia sukses menembus empat besar.

Bukan sekadar tiket final yang dipertaruhkan. Juara AVC Women’s Continental 2026 akan mendapatkan tiket langsung ke Olimpiade Los Angeles 2028, sedangkan tiga tim terbaik berhak tampil di Kejuaraan Dunia 2027.

Dengan demikian, setiap set di Tianjin memiliki konsekuensi jauh lebih besar daripada sekadar menentukan siapa yang bermain pada laga perebutan emas.

Semifinal pertama mempertemukan Jepang vs Thailand di Tianjin Olympic Center Gymnasium mulai 17.15 waktu setempat atau 16.15 WIB. Setelah itu, China vs Iran dijadwalkan mulai 20.00 waktu setempat atau 19.00 WIB. Kedua pemenang akan bertemu pada final, Minggu (30/8), sementara dua tim yang kalah memperebutkan medali perunggu.

Pertandingan Jepang melawan Thailand menjadi duel yang paling menyita perhatian. Jepang datang dengan catatan sempurna dan belum kehilangan satu set pun sepanjang turnamen. Di perempat final, Jepang menghentikan China Taipei (Taiwan) 3-0 dengan skor 25-14, 25-21, 25-13. Thailand juga lolos tanpa kehilangan set setelah mengalahkan Korea Selatan 25-20, 25-18, 25-21.

Namun, angka tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan perbedaan karakter kedua tim. Jepang mengandalkan struktur permainan yang sangat terorganisasi, dengan kualitas penerimaan servis, pertahanan, dan distribusi bola yang memungkinkan mereka mempertahankan tekanan tanpa harus bergantung pada satu penyerang.

Saat menghadapi China Taipei, Yukiko Wada menjadi sumber poin terbesar dengan 19 angka, termasuk 17 serangan dan dua ace, sementara kapten Mayu Ishikawa menyumbang 14 poin melalui sembilan serangan, tiga blok dan dua ace. Setter Nanami Seki juga menjadi bagian penting dari sistem tersebut karena Jepang mampu menjaga variasi serangan sepanjang pertandingan.

Kedalaman skuad Jepang terlihat dari banyaknya opsi yang tersedia di hampir setiap posisi. Selain Wada dan Ishikawa di sektor outside hitter, Jepang memiliki Yoshino Sato serta sejumlah opsi lain untuk menjaga kualitas serangan ketika rotasi berubah.

Di posisi setter, Seki dapat ditopang Erika Sakae, sedangkan sektor middle blocker memiliki Haruyo Shimamura, Nichika Yamada dan Airi Miyabe. Manami Kojima serta Satomi Fukudome memberi pilihan berbeda di posisi libero. Komposisi ini membuat Jepang tidak harus memaksakan satu pemain bermain dalam volume serangan yang terlalu besar.

Thailand memiliki jawaban yang tidak kalah kuat, tetapi dengan pola yang lebih agresif di sisi sayap. Pimpichaya Kokram menjadi ancaman utama setelah mencetak 19 poin ketika mengalahkan Korea Selatan, disusul Sasipaporn Janthawisut dengan 16 poin dan Chatchu-On Moksri dengan 12 poin.

Kehadiran Pornpun Guedpard sebagai setter memberikan pengalaman sekaligus kemampuan membaca momentum, sementara lini tengah yang dihuni Thatdao Nuekjang, Kanyarat Kunmueang, Wimonrat Thanapan dan Kaewkalaya Kamulthala membuat Thailand memiliki variasi serangan yang cukup untuk tidak terus-menerus mengandalkan outside hitter.

Inilah yang membuat semifinal Jepang kontra Thailand menarik. Jepang memiliki kedalaman yang memungkinkan mereka menjaga kualitas permainan melalui perubahan rotasi, sementara Thailand memiliki pengalaman dan variasi serangan yang membuat mereka mampu mengubah arah pertandingan dengan cepat.

Thailand juga datang sebagai juara bertahan dan tidak sekadar mengejar final. Mereka butuh kemenangan untuk menjaga peluang mendapatkan tiket langsung ke Los Angeles 2028. Sejumlah Media Thailand menyoroti bahwa Jepang memiliki keunggulan dalam pertemuan internasional terkini, dengan kemenangan dalam lima dari enam pertemuan terakhir.

Di sisi lain, semifinal kedua mempertemukan dua tim dengan cerita yang sangat berbeda. China sebagai tuan rumah yang belum kehilangan satu set pun versus Iran yang sedang menorehkan sejarah.

China melaju ke semifinal setelah mengalahkan Vietnam 3-0, 25-15, 25-22, 25-13. Statistik pertandingan memperlihatkan dominasi China dalam serangan, 56 berbanding 32, ditambah keunggulan blok 6-5 dan servis 7-2.

Wu Mengjie dan Zhuang Yushan sama-sama mencetak 18 poin, sementara Gong Xiangyu dan Wang Yuanyuan masing-masing menambahkan delapan.

Kekuatan China terletak pada kedalaman yang memungkinkan hampir seluruh lini memberikan kontribusi. Duet outside hitter Wu Mengjie-Zhuang Yushan sedang berada dalam performa terbaik. Namun, China juga mempunyai Gong Xiangyu di opposite, Wang Yuanyuan dan Chen Houyu di middle blocker, serta sistem distribusi bola yang membuat lawan sulit hanya berkonsentrasi pada dua penyerang sayap.

Pada perempat final, China bahkan mampu mempertahankan komposisi starter yang sama seperti pertandingan sebelumnya, sebuah indikasi bahwa tim tuan rumah telah menemukan struktur yang relatif stabil memasuki fase knockout.

Iran, bagaimanapun, tidak boleh dinilai hanya dari kekalahan 0-3 mereka dari China pada fase grup. Pertemuan itu memang berakhir 25-14, 25-23, 25-14 untuk China, tetapi Iran kemudian menunjukkan perkembangan signifikan ketika memasuki fase gugur.

Iran menciptakan kejutan terbesar di perempat final dengan menyingkirkan Indonesia 3-1, sekaligus untuk pertama kalinya mencapai semifinal kejuaraan Asia.

Elaheh Poor Saleh tampil luar biasa dengan 29 poin, terdiri dari 26 kills, dua blok dan satu ace, sedangkan Fatemeh Khalili menambah 15 poin. Yang menarik, Iran tidak hanya bergantung pada satu pemain; peningkatan kualitas pertahanan dan kemampuan mempertahankan momentum setelah kehilangan set pertama menjadi kunci kebangkitan mereka atas Indonesia.

Kedalaman Iran memang belum sedalam China dalam hal pilihan pemain dan pengalaman pertandingan besar, tetapi justru itu yang membuat mereka berbahaya. Poor Saleh menjadi pusat serangan yang jelas, sementara Khalili menyediakan opsi kedua.

Jika China berhasil mematikan dua sumber utama tersebut, Iran akan diuji apakah pemain-pemain lainnya mampu mempertahankan produktivitas serangan. Sebaliknya, jika Iran mampu memperpanjang rally dan membuat China kehilangan ritme, semifinal ini berpotensi berubah menjadi pertandingan yang jauh lebih ketat daripada pertemuan fase grup.

China sendiri memiliki keuntungan psikologis sekaligus teknis. Mereka bermain di kandang, belum kehilangan satu set sepanjang turnamen, dan sudah pernah mengalahkan Iran. Namun, laporan media China mengingatkan bahwa Iran sempat membuat China berada dalam tekanan pada fase grup. China pernah unggul 24-19 pada set kedua tetapi Iran mampu mengejar hingga membuat akhir set tersebut jauh lebih sulit dari perkiraan.

Dengan demikian, dua semifinal hari ini menawarkan dua pertanyaan besar. Bisakah Thailand memutus kesempurnaan Jepang dengan kedalaman serangan dan pengalaman para pemain seniornya? Dan bisakah Iran mengubah status sebagai debutan semifinal menjadi ancaman nyata bagi China di kandangnya sendiri?

Jawabannya akan menentukan bukan hanya dua finalis AVC Women’s Continental 2026, tetapi juga siapa yang semakin dekat dengan tiket Olimpiade Los Angeles 2028. Di Tianjin, margin kesalahan semakin kecil—dan kedalaman skuad kemungkinan menjadi pembeda ketika pertandingan memasuki fase-fase kritis.

Jadwal semifinal

Sabtu, 29 Agustus 2026 — Tianjin Olympic Center Gymnasium

16.15 WIB — Jepang vs Thailand
19.00 WIB — China vs Iran

Pemenang kedua pertandingan melaju ke final, Minggu (30/8) pukul 17.45 WIB, sedangkan dua tim yang kalah bertanding dalam perebutan medali perunggu pada 14.15 WIB.

Di Indonesia, pertandingan semifinal dijadwalkan dapat disaksikan melalui Moji TV dan Vidio. Berikut linknya; https://vid.id/fhmefi

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.