Jaga Stabilitas Bahan Pokok, Pemkab Mojokerto Masifkan Gerakan Pangan Murah

oleh -1132 Dilihat
IMG 6337
Bupati Mojokerto Muhammad AlBarraa meninjau Gerakan Pangan Murah. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto masif menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM). Kegiatan ini merupakan upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat.

Dalam GPM tersebut, sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih murah dibandingkan pasaran. Di antaranya, beras medium merek SPHP seharga Rp 57.500 per 5 kilogram, gula premium merek GMM Rp 17.500 per kilogram, serta minyak goreng kemasan MinyaKita Rp 15.000 per liter.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Mojokerto Nurul Istiqomah, dalam laporannya menyampaikan bahwa GPM dilaksanakan atas arahan Bupati Mojokerto sebagai bentuk hadirnya pemerintah di tengah masyarakat.

“Pelaksanaan GPM ini dilakukan dalam upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan serta pengendalian inflasi di Kabupaten Mojokerto. Ini dilakukan atas perhatian Pak Bupati untuk memastikan masyarakat bisa membeli dan tidak kesulitan dalam memperoleh beras,” ungkap Nurul.

Ia menambahkan, GPM kali ini digelar serentak di 18 kecamatan. Hal tersebut sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan sebelumnya yang juga mendapat sambutan antusias masyarakat.

“Hari Sabtu lalu, masing-masing kecamatan dijatah 2 ton beras, sementara khusus di Kecamatan Pungging mencapai 7 ton. Di Mojosari sendiri, 2 ton beras habis dalam sekejap karena berbarengan dengan kegiatan jalan sehat. Hari ini, beras yang didistribusikan di Mojosari ditambah menjadi 5 ton,” ujarnya.

Bupati Mojokerto Muhammad Al Barraa yang hadir langsung dalam GPM di Mojosari menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus digalakkan demi menjaga stabilitas harga bahan pokok di daerah.

“Gerakan Pangan Murah ini diselenggarakan di 18 pendopo kecamatan yang ada di Kabupaten Mojokerto. Ini yang kedua, yang pertama hari Sabtu kemarin. Kita ingin mengendalikan harga-harga bahan pokok yang semakin tinggi,” tutur Bupati.

“Intinya, Gerakan Pangan Murah ini adalah untuk menstabilkan harga-harga pangan. Karena pangan menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat, sementara banyak harga bahan pokok yang melambung, kita ingin menstabilkan harga tersebut agar harga-harga bahan pokok di Kabupaten Mojokerto menjadi stabil,” tambahnya.

Menurutnya, harga pangan di Kabupaten Mojokerto relatif lebih stabil dibandingkan daerah lain. “Alhamdulillah, Kabupaten Mojokerto termasuk yang paling stabil. Alhamdulillah, stok beras di Kabupaten Mojokerto surplus 30 ribu ton. Kita ingin surplus ini menjadi instrumen pengendalian inflasi dan penstabil harga bahan pokok yang ada di Kabupaten Mojokerto,” jelasnya.

Bupati juga menekankan pentingnya kepedulian pemerintah terhadap kondisi ekonomi masyarakat. “Kita ingin masyarakat tidak kesulitan dalam mendapatkan kebutuhan pokok. Misalnya, beras medium di sini Rp 11.500 per kilogram, sementara di luar Rp 12.500. Minyak Kita di sini Rp 15.000,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Bupati yang akrab disapa Gus Bupati menegaskan bahwa Pemkab Mojokerto akan terus berupaya menstabilkan harga bahan pokok demi mewujudkan Kabupaten Mojokerto yang nyaman, aman, dan kondusif.

“Kita tetap menginginkan kestabilan harga terjaga dengan melakukan gerakan-gerakan pangan murah yang bekerja sama dengan Bulog, yang dilaksanakan di 18 pendopo kecamatan di Kabupaten Mojokerto,” pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.