Jembatan Pohbener Wagir Malang Rampung, Akses Mendalanwangi-Gondowangi Kini Lebih Aman

oleh -144 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 15 at 10.52.13 AM
Jembatan Mendalanwangi-Sumbersuko, kondisinya sudah seratus persen jadi (foto: Putut Priyono)

KabarBaik.co, Malang – Akses masyarakat antara Desa Mendalanwangi dan Gondowangi, Wagir, Kabupaten Malang, kini diharapkan semakin lancar setelah pekerjaan penggantian Jembatan Pohbener rampung.

Proyek yang berada di ruas jalan kabupaten (K1) Mendalanwangi-Sumbersuko tersebut telah mencapai progres 100 persen. Penanganan dilakukan tidak hanya pada konstruksi jembatan, tetapi juga menyasar persoalan aliran sungai yang sebelumnya berpotensi mengganggu akses warga.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, mengatakan kondisi jembatan sebelumnya menjadi persoalan ketika debit air sungai meningkat. Air berpotensi meluap hingga mengganggu jalur yang digunakan masyarakat.

“Untuk Jembatan Pohbener ini berada di ruas Mendalanwangi-Sumbersuko, melewati Desa Gondowangi. Kondisi eksisting sebelumnya, ketika debit air tinggi, air bisa meluap,” ujar Khairul, Sabtu (15/8).

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Malang menerapkan konstruksi box culvert insitu berdiameter 2 meter. Pekerjaan tersebut dilengkapi dengan pembangunan dinding penahan tanah (DPT) sungai dan plat duiker.

Menurut Khairul, pembangunan box culvert menjadi bagian penting untuk mengatur aliran air agar tidak kembali meluap dan mengganggu badan jalan. Sementara DPT sungai berfungsi memperkuat serta menjaga kestabilan konstruksi di sekitar aliran air.

“Penanganannya menggunakan box culvert insitu dengan diameter 2,00 meter, kemudian DPT sungai dan plat duiker,” jelasnya.

Dengan selesainya penanganan tersebut, masyarakat yang menggunakan jalur Mendalanwangi-Gondowangi diharapkan tidak lagi mengalami gangguan mobilitas akibat luapan sungai, khususnya ketika debit air meningkat.

“Manfaat dari pembangunan ini untuk menghubungkan antar desa, terutama Mendalanwangi dan Gondowangi. Mobilitas warga sekitar diharapkan tidak terganggu lagi oleh meluapnya air dari sungai,” terang Khairul.

Ia menjelaskan persoalan infrastruktur tidak selalu dapat diselesaikan hanya dengan memperbaiki badan jalan atau mengganti konstruksi jembatan. Kondisi lingkungan, termasuk sistem aliran air, juga perlu menjadi perhatian agar hasil pembangunan dapat berfungsi secara optimal.

“Jadi bukan hanya persoalan jembatannya, tetapi bagaimana aliran airnya juga bisa tertangani. Harapannya, saat debit air tinggi, tidak lagi mengganggu mobilitas masyarakat,” tegasnya.

Ruas Mendalanwangi-Sumbersuko memiliki peran penting sebagai akses penghubung masyarakat. Karena itu, gangguan pada satu titik jembatan dapat berdampak terhadap aktivitas warga di wilayah sekitarnya.

Berdasarkan data pengadaan, proyek penggantian Jembatan Pohbener tersebut dibiayai melalui APBD Kabupaten Malang Tahun Anggaran 2026. Nilai pagu paket pekerjaan tercatat sebesar Rp350 juta, sedangkan nilai HPS mencapai Rp341.522.907,45.

Dan, Khairul memastikan pekerjaan fisik Jembatan Pohbener kini telah selesai seluruhnya. “Untuk progres pekerjaannya saat ini sudah 100 persen,” ungkapnya.

Meski proyek telah dinyatakan rampung, pemeliharaan dan pengawasan tetap diperlukan. Terutama saat musim hujan, kondisi konstruksi dan aliran sungai perlu terus dipantau untuk memastikan jembatan tetap berfungsi dengan baik.

Pemkab Malang berharap pembangunan tersebut tidak hanya menyelesaikan persoalan konstruksi, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dengan menjaga kelancaran akses antarwilayah serta mengurangi risiko terganggunya mobilitas akibat luapan air sungai. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.