JKN Menjadi Penolong Laily, Tulang Punggung Keluarga yang Pantang Menyerah

oleh -171 Dilihat
Laily, peserta BPJS Kesehatan.
Laily, peserta BPJS Kesehatan.

KabarBaik.co, Pasuruan – Di tengah keterbatasan ekonomi yang dihadapi Laily, 46, warga Panggungrejo, Kota Pasuruan, tetap berjuang menjalani kehidupan bersama keluarganya. Setelah sang suami tak lagi mampu bekerja akibat penyakit saraf kejepit dan gangguan ginjal.

Laily kini menjadi tulang punggung keluarga sekaligus mengandalkan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk menjalani pengobatan rutin bersama suaminya, sejak kondisi kesehatan suaminya menurun, seluruh kebutuhan keluarga berada di pundak Laily.

Demi mencukupi kebutuhan sehari-hari, ia menerima jasa permak pakaian, membuat roti manjang saat ada pesanan, hingga berjualan frozen food dari rumah. Dari pekerjaan itulah Laily berusaha memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus biaya hidup anak-anaknya.

“Kalau ada pesanan saya bikin roti manjang, kalau tidak ya jahit pakaian kebanyakan menerima jasa permak pakaian, lalu saya juga berjualan frozen food dari rumah. Apa saja saya kerjakan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi,” ujar Laily saat ditemui, Selasa (12/5).

Laily tetap berusaha menjalani kehidupannya dengan penuh syukur meski berbagai cobaan datang silih berganti dalam keluarganya, kondisi kesehatan Laily sendiri mulai menurun akibat kelelahan dan tekanan pikiran.

“Awalnya saya hanya merasa sakit lambung, namun tak lama kemudian muncul bisul hingga lima sekaligus, dan setelah diperiksa ternyata kadar diabetes saya sangat tinggi,” tuturnya.

Dengan kondisi ekonomi yang terbatas dan kebutuhan biaya pengobatan menjadi beban berat bagi keluarganya, demi bisa terus menjalani pengobatan Laily mengaku sempat menjual barang-barang di rumah hingga berhutang ke sana-sini.

“Sebelum saya terdaftar JKN, saya sampai jual isi rumah dan berhutang untuk biaya pengobatan keluarga. Yang penting waktu itu saya dan suami bisa tetap berobat,” ungkapnya.

Harapan mulai muncul ketika Laily dan suaminya terdaftar sebagai peserta Program JKN pada segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) yang iurannya ditanggung Pemerintah Pusat. Sejak saat itu, keduanya dapat menjalani pengobatan dan kontrol kesehatan rutin tanpa lagi dihantui kekhawatiran biaya besar.

Menurut Laily, Program JKN telah banyak membantu keluarganya yang selama ini kesulitan memenuhi biaya pengobatan. Apalagi dirinya sempat menjalani pengobatan di Surabaya dengan biaya obat yang tidak sedikit.

“Waktu saya menjalani pengobatan di Surabaya, biaya obat dalam satu minggu saja lebih dari tujuh juta rupiah. Saya benar-benar bersyukur karena JKN membantu keluarga kami yang memang tidak mampu,” katanya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Zia Ulhaq
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.