KADIN Surabaya: Padam Listrik Bukan Sekadar Masalah Teknis, Tapi Ganggu Roda Ekonomi

oleh -123 Dilihat
IMG 20260622 WA0011
Ketua KADIN Surabaya, Ali Affandi L.N.M. (Foto: Dani) 

KabarBaik.co, Surabaya – Gangguan pasokan listrik yang terjadi di sejumlah wilayah mendapat perhatian dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Surabaya. Organisasi dunia usaha itu menilai, dampak pemadaman listrik tidak hanya dirasakan industri besar, tetapi juga langsung menyentuh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), usaha rumahan, hingga sektor perdagangan dan jasa yang bergantung pada pasokan energi yang stabil.

KADIN Surabaya memahami bahwa pemeliharaan maupun penguatan sistem kelistrikan merupakan bagian dari upaya menjaga keandalan jaringan. Namun, gangguan pasokan
listrik yang terjadi berulang dinilai perlu menjadi perhatian serius karena berimbas langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat.

Ketua KADIN Surabaya, H.M. Ali Affandi L.N.M., mengatakan listrik saat ini telah menjadi salah satu fondasi utama dalam menjalankan kegiatan ekonomi modern. Ketika listrik padam, yang terdampak bukan hanya pabrik besar, ada pelaku usaha frozen food yang menggantungkan penghasilan keluarga dari kualitas produk yang harus tetap terjaga.

“Ada pemilik laundry yang terpaksa menghentikan pekerjaan, ada pedagang yang berisiko kehilangan barang dagangan karena pendingin tidak berfungsi, hingga pelaku usaha kecil yang kehilangan waktu produksi dan peluang pendapatan. Karena itu, gangguan pasokan listrik harus dilihat sebagai persoalan ekonomi masyarakat, bukan semata persoalan teknis jaringan,” ujarnya, Senin (22/6).

Menurut Ali, kelompok usaha kecil dan rumahan menjadi pihak yang paling rentan menghadapi gangguan listrik. Sebab, sebagian besar pelaku usaha tersebut tidak memiliki fasilitas cadangan seperti generator set maupun sistem penyimpanan energi.

Dampak pemadaman dirasakan oleh berbagai sektor usaha sehari-hari. Mulai dari usaha frozen food, katering, bakery, penjual minuman dingin, warung makan, laundry, penjahit, percetakan skala kecil, bengkel, toko kelontong, hingga pelaku usaha digital yang mengandalkan jaringan internet dan perangkat elektronik untuk melayani pelanggan.

Pada usaha makanan olahan dan frozen food, lanjut Ali, gangguan listrik berpotensi menurunkan kualitas produk akibat terganggunya sistem pendingin. Sementara pada usaha laundry, proses pencucian dan penyetrikaan tidak dapat berjalan. Adapun usaha percetakan, konveksi, dan bengkel berisiko mengalami keterlambatan penyelesaian pesanan yang berdampak pada produktivitas dan kepuasan pelanggan.

Ali menilai kebutuhan energi di Jawa Timur akan terus meningkat seiring berkembangnya kawasan industri, pusat logistik, perdagangan modern, industri digital, serta masuknya investasi baru. Kondisi tersebut harus diimbangi dengan penguatan infrastruktur kelistrikan agar tidak menjadi hambatan bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurut Ali, gangguan pasokan listrik tidak bisa dipandang sebagai persoalan teknis semata. Dampaknya menjalar ke berbagai sektor, mulai dari produktivitas usaha, aktivitas perdagangan, rantai pasok, hingga pendapatan masyarakat.

Sebagai langkah mitigasi, KADIN Surabaya mengusulkan sejumlah upaya. Di antaranya penyampaian informasi dan jadwal pemadaman yang lebih awal dan mudah diakses masyarakat, peningkatan keandalan pasokan listrik di kawasan industri dan sentra UMKM, evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembangkitan hingga distribusi, percepatan pemanfaatan energi alternatif dan energi terbarukan, serta penguatan koordinasi antara PLN, pemerintah daerah, dan pelaku usaha.

Sementara itu, Kepala Badan Industri dan Real Estate KADIN Surabaya, Didik Prasetiyono, menilai keandalan infrastruktur energi kini menjadi salah satu indikator utama dalam menentukan daya saing ekonomi dan investasi suatu daerah.

“Persaingan investasi saat ini sangat ketat. Jawa Timur tidak hanya bersaing dengan daerah lain di Indonesia, tetapi juga dengan berbagai pusat industri di Asia Tenggara. Investor dapat memahami gangguan yang bersifat insidental, namun dunia usaha tentu berharap adanya peningkatan keandalan sistem yang terus-menerus dan terukur,” kata Didik.

Ia menambahkan, berbagai upaya pemerintah dalam mendorong hilirisasi industri, pertumbuhan investasi, dan transformasi ekonomi digital harus ditopang oleh infrastruktur dasar yang kuat.

“Listrik adalah infrastruktur ekonomi. Ketika pasokan energi terganggu, yang ikut terdampak adalah produktivitas usaha, lapangan kerja, rantai pasok, hingga pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, penguatan sistem kelistrikan harus menjadi bagian dari agenda strategis pembangunan ekonomi nasional,” tegasnya.

KADIN Surabaya berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat kolaborasi dalam menjaga keandalan pasokan energi, mempercepat pemulihan saat terjadi gangguan, serta membangun ketahanan energi yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.