Kapolres Magetan Fasilitasi Dialog Peternak Ayam Petelur, Dorong Penyerapan Produk Lokal

oleh -305 Dilihat
Kapolres Magetan Fasilitasi Audiensi Lintas Sektoral Peternak dan Pedagang Telur
Kapolres Magetan Fasilitasi Audiensi Lintas Sektoral Peternak dan Pedagang Telur

KabarBaik.co, Magetan – Polres Magetan memfasilitasi audiensi lintas sektoral bersama peternak, pedagang telur, pemerintah daerah, dan DPRD Kabupaten Magetan guna mencari solusi atas turunnya harga telur ayam ras di tingkat peternak yang tidak sebanding dengan tingginya harga pakan. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Eksekutif Polres Magetan, Kamis (6/8).

Rapat koordinasi dipimpin langsung Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa dan dihadiri Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Magetan Rita Haryati beserta anggota Komisi B, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Plt. Kepala Disperindag, Kabag Perekonomian dan SDA, Kabid Pangan Dinas Lingkungan Hidup, Kasat Reskrim, Kasat Intelkam, Kapolsek jajaran Polres Magetan, Ketua Paguyuban Ternak Rakyat Indonesia (PATERAIN), Ketua Pinsar Petelur Nasional (PPN) Kabupaten Magetan, perwakilan peternak ayam petelur, pedagang telur, serta pelaku Poultry Shop (PS).

Audiensi tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian Satgas Pangan Polres Magetan terhadap kondisi peternak ayam petelur yang saat ini menghadapi tekanan akibat anjloknya harga telur di pasaran, sementara harga pakan ternak terus mengalami kenaikan.

Dalam sambutannya, Kapolres Magetan menegaskan bahwa Polres Magetan hadir sebagai fasilitator untuk mempertemukan seluruh pemangku kepentingan agar persoalan tersebut dapat dicarikan solusi bersama.

“Polres Magetan sebagai bagian dari Satgas Pangan memfasilitasi audiensi ini agar seluruh pihak dapat duduk bersama menyampaikan persoalan yang dihadapi. Harapan kami, melalui komunikasi yang terbuka dapat ditemukan langkah konkret yang mampu membantu peternak sekaligus menjaga stabilitas perdagangan telur di Kabupaten Magetan,” ujar AKBP Raden Erik Bangun Prakasa.

Kapolres juga menegaskan komitmen Polri dalam mendukung kebijakan pemerintah daerah guna meningkatkan penyerapan hasil peternak lokal.

“Saya menginstruksikan kepada seluruh Kapolsek jajaran agar berkoordinasi dengan pengelola SPPG di wilayah masing-masing sehingga kebutuhan telur maupun bahan pangan lainnya diprioritaskan membeli produk lokal. Selain itu, kami mendukung program Pemerintah Kabupaten Magetan yang mendorong ASN membeli telur dari peternak lokal, dengan harga yang tetap mengacu pada Harga Acuan Pembelian (HAP) sehingga mampu membantu meningkatkan kesejahteraan peternak,” tegas Kapolres.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Magetan Nur Haryani menjelaskan bahwa kondisi yang terjadi saat ini dipengaruhi oleh tingginya produksi telur dibandingkan kebutuhan pasar.

Berdasarkan data Dinas Peternakan, Kabupaten Magetan memiliki 1.036 peternak ayam petelur dengan populasi sekitar 2.936.400 ekor ayam yang mampu menghasilkan sekitar 79.273 kilogram telur setiap hari, sedangkan kebutuhan masyarakat Magetan hanya sekitar 30.341 kilogram per hari. Kondisi overproduksi tersebut menyebabkan harga telur terus mengalami penurunan.

Ia juga menjelaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui SPPG mampu menyerap sekitar 7 ton telur apabila dilaksanakan dua kali dalam sepekan, namun jumlah tersebut masih belum mampu mengimbangi produksi telur yang ada. Untuk itu diperlukan langkah bersama, termasuk pengaturan populasi peternakan yang saat ini masih menunggu regulasi dari pemerintah pusat.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Magetan Rita Haryati menyampaikan bahwa kondisi yang dikeluhkan peternak memang nyata terjadi di lapangan.

Menurutnya, kenaikan harga pakan yang tidak diimbangi dengan harga jual telur telah memberikan tekanan berat bagi peternak. DPRD mendorong adanya pemetaan populasi peternakan secara menyeluruh serta pembahasan mengenai pembatasan populasi agar keseimbangan produksi dan kebutuhan pasar dapat terjaga.

Mewakili para peternak, Parlan berharap adanya kesepakatan bersama antara peternak dan pedagang agar harga telur lebih stabil.

“Harapan kami nantinya antara peternak dengan para supplier maupun pedagang terdapat keseragaman harga, karena pada prinsipnya kami merupakan mata rantai yang saling membutuhkan. Saat ini harga pakan terus naik, sementara harga telur justru semakin turun sehingga sangat memberatkan peternak,” ungkap Parlan.

Dari hasil audiensi tersebut, seluruh peserta menyepakati komitmen bersama untuk menjaga stabilitas perdagangan telur ayam ras di Kabupaten Magetan, di antaranya menjaga persaingan usaha yang sehat dan adil, mengedepankan komunikasi dan musyawarah, mendukung pengembangan ekonomi lokal, meningkatkan pengawasan pasar oleh Satgas Pangan bersama pemerintah daerah, mengkaji pembatasan populasi peternakan, mengoptimalkan pengawasan pemanfaatan telur lokal pada program SPPG sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional dan Bapanas, mendorong DPRD menyampaikan aspirasi kepada DPR RI, serta memastikan setiap pendirian peternakan baru memperoleh perizinan sesuai ketentuan dan disosialisasikan kepada asosiasi terkait.

Melalui audiensi lintas sektoral ini, Polres Magetan bersama Pemerintah Kabupaten Magetan, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen terus memperkuat sinergisitas dalam menjaga stabilitas harga pangan, melindungi peternak lokal, serta mendukung ketahanan pangan daerah demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Magetan.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Kukuh Febrianto
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.