Kapolresta Malang Kota Sampaikan Belasungkawa untuk Driver Ojol, Tegaskan Transparansi Proses Pemeriksaan

oleh -113 Dilihat
IMG 20250830 WA0019

KabarBaik.co – Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Afan Kurniawan, driver ojek online (ojol) dalam insiden di Jakarta. Mewakili institusi Polri, dia pun menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang mengundang emosi publik di berbagai daerah tersebut.

“Baru saja kita laksanakan doa bersama untuk driver ojol yang meninggal di Jakarta. Tentunya saya sebagai Kapolresta Malang Kota, sebagai kepanjangan tangan Kapolri, menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada almarhum Affan Kurniawan. Kami mohon maaf atas tindakan kemarin hingga meninggalnya saudara kita Affan,” ujar Nanang, Sabtu (30/8).

Nanang menegaskan bahwa proses penanganan kasus tersebut akan dilakukan secara transparan. Tujuh anggota yang berada di dalam kendaraan taktis Barakuda sudah ditahan di tempat khusus untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Alhamdulillah semua transparan, mulai dari pemeriksaan sudah diuraikan di televisi, baik di media nasional maupun lokal. Proses masih terus berjalan dan akan kita kawal bersama. Kami mengawal demokrasi yang ada di Malang Raya dengan humanis. Anggota selalu saya instruksikan untuk merangkul, mengedepankan langkah persuasif, agar tidak ada korban lain,” tegasnya.

Sementara itu, Puji Waloyo dari Portal Malang Raya menegaskan bahwa kunci meredam gejolak yang muncul di kalangan driver ojek online (ojol) adalah adanya transparansi dari pihak kepolisian. Menurutnya, masyarakat Malang Raya bukan tipikal yang “rewel”, selama aspirasi mereka bisa disampaikan dan dijawab dengan keterbukaan informasi.

“Harus kita cintai Kota Malang ini, aspirasi harus disampaikan, tentunya Malang Raya tidak rewel. Bagaimana upaya nanti tidak terjadi lagi peristiwa Jumat malam, insya Allah pada waktunya pihak kepolisian memberikan keputusan yang tepat dan memuaskan. Untuk para driver ojol ini saya yakin akan berhenti, karena kuncinya adalah transparansi,” ujar Puji Waloyo.

Puji menjelaskan, selama ini kekecewaan masyarakat muncul karena menilai ada kurangnya keterbukaan dalam penanganan kasus tersebut. Oleh karena itu, dia optimistis apabila aparat menyampaikan keputusan dengan transparan, para driver ojol akan bisa menerima dengan lapang dada. “Kalau transparansi ada, teman-teman ojol akan menerimanya,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.