KabarBaik.co, Surabaya – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa Polri telah mengamankan sejumlah orang yang diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan.
Sigit mengatakan polisi telah mengantongi nama-nama yang diduga menjadi pemicu kebakaran. Selain melakukan penindakan, aparat masih menyelidiki penyebab dan rangkaian peristiwa karhutla tersebut.
“Ini beberapa nama sudah kita amankan,” kata Sigit kepada wartawan seusai meresmikan Gedung DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Andi Gani (KSPSI AGN) Jawa Timur di Surabaya, Jumat (21/8).
Sigit menegaskan Polri turut melakukan penyelidikan dan investigasi untuk mengungkap penyebab kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Penanganan dilakukan bersamaan dengan upaya pemadaman di lokasi terdampak.
“Sekaligus juga ada kita melakukan penyelidikan dan investigasi terkait dengan peristiwa yang terjadi,” ujarnya.
Menurut Sigit, aparat saat ini juga masih fokus menangani kebakaran dengan melakukan pemadaman di sejumlah titik. “Saat ini yang sedang kita lakukan, ada pemadaman,” katanya.
Ratusan Titik Panas Terdeteksi
Berdasarkan data Kementerian Kehutanan yang dikutip, jumlah titik panas atau hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di sejumlah wilayah Kalimantan terpantau fluktuatif dalam beberapa hari terakhir.
Pada 17 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, tercatat 93 hotspot di Kalimantan Barat, 28 titik di Kalimantan Tengah, dan dua titik di Kalimantan Selatan. Total terdapat 123 titik panas di tiga provinsi tersebut.
Sehari kemudian, jumlah hotspot di Kalimantan Barat turun menjadi 15 titik. Namun, titik panas di Kalimantan Tengah meningkat menjadi 73 titik dan Kalimantan Selatan menjadi 21 titik. Total hotspot pada 18 Agustus mencapai 109 titik.
Peningkatan lebih signifikan terjadi pada 19 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB. Kementerian Kehutanan mencatat 259 hotspot berkepercayaan tinggi di Kalimantan Barat dan 242 titik di Kalimantan Tengah. Sementara itu, Kalimantan Selatan tercatat memiliki 17 titik panas.
Dengan demikian, total terdapat 518 hotspot berkepercayaan tinggi di tiga provinsi tersebut. Kondisi itu menjadi perhatian aparat karena karhutla tidak hanya berpotensi meluas, tetapi juga dapat menimbulkan kabut asap yang mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat.
Polri memastikan proses penyelidikan terus berjalan untuk mengetahui penyebab kebakaran sekaligus mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya karhutla. (*)






