KabarBaik.co, Pasuruan – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo hingga kini masih dalam penanganan serius, Satuan Tugas (Satgas) Gabungan terus berjibaku memadamkan sejumlah titik api yang tersebar di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Kebakaran hebat ini dilaporkan telah meluas dan melahap hampir sekitar 900 hektare lahan, dampak kebakaran tersebut bahkan masuk ke dalam empat wilayah administrasi, yakni Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Malang, dan Kabupaten Pasuruan.
Merespons eskalasi kebakaran yang kian masif, Pemerintah Kota Pasuruan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengirimkan bantuan sebanyak 15 personel tanggap darurat dan pemadam kebakaran (damkar) menyusul adanya permintaan bantuan dari BPBD Provinsi Jawa Timur.
Wali Kota Adi Wibowo melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Pasuruan Anang Sururin, membenarkan pengerahan personel tersebut. la menyampaikan bahwa 15 personel diterjunkan langsung untuk membantu memadamkan titik api yang masih berkobar di kawasan TNBTS.
“Melihat kejadian karhutla yang begitu masif dan memperhatikan permintaan bantuan dari BPBD Provinsi sejak Senin, Kota Pasuruan mengirimkan 15 personel BPBD dan Pemadam Kebakaran (Damkar),” ujar Anang.
Anang menambahkan, untuk mendukung operasional di lapangan, para personel telah dibekali dengan sarana prasarana alat pelindung diri (APD) yang lengkap. Namun, pihaknya memutuskan untuk tidak menerjunkan armada mobil damkar ke lokasi karena pertimbangan medan seta kondisi kendaraan.
Berdasarkan laporan dari tim di lapangan hingga Rabu malam, kobaran api yang cukup masif terpantau masih menyala di sekitar wilayah Penanjakan.
“Kami tidak menerjunkan unit damkar mengingat medan dan kondisi kendaraan yang tidak memungkinkan. Sampai tadi malam, masih ada titik api yang masif di wilayah Penanjakan,” imbuhnya.
Sebelumnya, pihak Balai Besar TNBTS telah memberlakukan penutupan total kawasan wisata Gunung Bromo untuk seluruh aktivitas kunjungan mulai Sabtu (8/8) pukul 22.00 WIB. Kondisi kebakaran di kawasan Kaldera Bromo yang terus meluas membuat kebijakan penutupan total tersebut diperpanjang hingga 15 Agustus 2026.
Penutupan dilakukan di seluruh jalur masuk kawasan taman nasional, meliputi pintu masuk Cemorolawang di Kabupaten Probolinggo, Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta Senduro di Kabupaten Lumajang.
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan kebijakan penutupan ini diambil untuk menjamin keselamatan pengunjung sekaligus memberikan ruang bagi petugas agar dapat fokus menangani pemadaman kebakaran.







