Kasus DBD di Kota Malang Tembus 389, Tiga Orang Meninggal Dunia

oleh -93 Dilihat
IMG 20250510 WA0065

KabarBaik.co – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terus meningkat di Kota Malang hingga awal Mei 2025. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat sebanyak 389 kasus terjadi hingga 2 Mei 2025, dengan tiga pasien dilaporkan meninggal dunia.

Apabila dibandingkan dengan 2023 lalu tercatat 462 kasus dengan empat kematian. Sementara, pada 2024 melonjak menjadi 777 kasus dengan jumlah kematian yang sama.

Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menyebutkan bahwa DBD merupakan penyakit menular yang bisa berkembang menjadi wabah jika tidak dikendalikan secara sistematis. “Infeksi Dengue atau DBD menimbulkan risiko wabah sehingga pengendalian harus dilakukan sejak dini,” ujarnya, Sabtu (10/5).

Terkait kematian pasien di tahun ini, Husnul menyampaikan pihaknya masih melakukan penelusuran lebih lanjut. “Kami masih mendalami apakah ketiganya meninggal murni karena DBD atau ada komorbid,” katanya.

Atas kondisi ini, maka Dinkes Malang mengimbau masyarakat menggiatkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan pendekatan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat penyimpanan air, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi jadi sarang nyamuk.

Selain itu, warga juga dianjurkan menggunakan lotion anti nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik, dan mengenali gejala dini DBD agar tidak terlambat ditangani. Bahkan, Dinkes juga mengaktifkan kembali Pokjanal DBD di tiap wilayah serta menggiatkan Gerakan 1 Rumah 1 Juru Pemantau Jentik (G1RIJ).

“Kampanye Malang Resik, Ga Ono Jentik juga kami optimalkan mulai 7–14 Mei. Setiap kader akan memantau 10 rumah di sekitar tempat tinggalnya untuk memastikan angka bebas jentik (ABJ) minimal 95 persen,” tegas Husnul. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.