KabarBaik.co – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terus meningkat di Kota Malang hingga awal Mei 2025. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat sebanyak 389 kasus terjadi hingga 2 Mei 2025, dengan tiga pasien dilaporkan meninggal dunia.
Apabila dibandingkan dengan 2023 lalu tercatat 462 kasus dengan empat kematian. Sementara, pada 2024 melonjak menjadi 777 kasus dengan jumlah kematian yang sama.
Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menyebutkan bahwa DBD merupakan penyakit menular yang bisa berkembang menjadi wabah jika tidak dikendalikan secara sistematis. “Infeksi Dengue atau DBD menimbulkan risiko wabah sehingga pengendalian harus dilakukan sejak dini,” ujarnya, Sabtu (10/5).
Terkait kematian pasien di tahun ini, Husnul menyampaikan pihaknya masih melakukan penelusuran lebih lanjut. “Kami masih mendalami apakah ketiganya meninggal murni karena DBD atau ada komorbid,” katanya.
Atas kondisi ini, maka Dinkes Malang mengimbau masyarakat menggiatkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan pendekatan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat penyimpanan air, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi jadi sarang nyamuk.
Selain itu, warga juga dianjurkan menggunakan lotion anti nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik, dan mengenali gejala dini DBD agar tidak terlambat ditangani. Bahkan, Dinkes juga mengaktifkan kembali Pokjanal DBD di tiap wilayah serta menggiatkan Gerakan 1 Rumah 1 Juru Pemantau Jentik (G1RIJ).
“Kampanye Malang Resik, Ga Ono Jentik juga kami optimalkan mulai 7–14 Mei. Setiap kader akan memantau 10 rumah di sekitar tempat tinggalnya untuk memastikan angka bebas jentik (ABJ) minimal 95 persen,” tegas Husnul. (*)






