KabarBaik.co – Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Karangankidul, Kecamatan Benjeng, terus dipacu. Baru-baru ini, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin turun langsung meninjau progres pembangunan yang kini memasuki fase pengecekan fasilitas usaha dan kesiapan operasional.
TNI menilai KDKMP memiliki peluang menjadi pusat baru penguatan ekonomi warga sekaligus model pemberdayaan desa berbasis ketahanan pangan. Jika berhasil, pola ini diproyeksikan akan diperluas ke desa-desa lain di Gresik hingga skala regional Jawa Timur.
“Melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, masyarakat diharapkan dapat lebih mandiri secara ekonomi, memanfaatkan potensi lokal, serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah,” ujar Pangdam Brawijaya di sela peninjauan.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi evaluasi tahap awal untuk menentukan kebutuhan tambahan sarana, termasuk fasilitas pendukung produksi dan pemasaran produk desa. Pangdam juga meminta agar struktur pengelolaan koperasi disiapkan sejak dini agar operasional dapat berjalan segera setelah pembangunan fisik rampung.
Setelah peninjauan, Pangdam menggelar video conference (vicon) dengan Babinsa Kodim 0817/Gresik. Turut hadir Dandim 0817 Letkol Inf Fadly Subur Karamaha dan Kepala Desa (Kades) Karangankidul Sadi Purwanto.
Mereka diminta aktif memantau progres tiap desa yang ditetapkan sebagai titik pengembangan KDKMP, serta memberikan laporan berkala untuk percepatan keputusan.
Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, memastikan jajaran Babinsa siap mengawal program tersebut hingga benar-benar memberi dampak nyata.
“Kodim 0817/Gresik siap mendukung dan mengawal pembangunan serta pengelolaan KDKMP agar dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa,” tuturnya.
Tahap selanjutnya, KDKMP di Benjeng diproyeksikan mulai mengarah pada penyusunan unit-unit usaha prioritas yang sesuai potensi lokal, seperti pertanian, peternakan, dan produk olahan.
Pemerintah daerah hingga unsur masyarakat turut disiapkan untuk berkolaborasi agar koperasi tidak berhenti pada pembangunan fisik semata, tetapi menghasilkan sistem ekonomi yang hidup dan berkelanjutan.(*)







