Kericuhan Warnai Laga ASN League 2025, Pemkab Bojonegoro Lakukan Kajian dan Klarifikasi

oleh -244 Dilihat
IMG 20251206 WA0026
Kericuhan saat laga ASN League 2025 Bojonegoro. (Foto: Shohibul Umam)

KabarBaik.co – Pertandingan ke-14 ASN League 2025 antara FC Baru dan Dishub FC di Group A berakhir ricuh pada Jumat (5/12) malam. Laga yang digelar pukul 19.00 WIB itu dipimpin oleh wasit Awwaludin, dibantu Muryadi, Rizqy A’la, dan Choirul.

Ketua panitia pelaksana, Anggoro Kurnia Darmawan, menjelaskan bahwa sebelum pertandingan dimulai tensi sudah cukup tinggi. Dishub FC sempat mempertanyakan wasit yang akan memimpin pertandingan karena pengalaman dalam laga sebelumnya.

“Sejak awal pertandingan berjalan keras. Ada banyak benturan, protes berlebih, hingga kondisi bench kedua tim sulit dikendalikan. Namun kami tetap berupaya menjaga jalannya pertandingan,” jelas Anggoro, Sabtu (6/12).

Babak pertama berlangsung panas, namun masih dapat diselesaikan dengan skor 2–1 untuk keunggulan FC Baru. Masalah memuncak pada menit ke-24 babak kedua ketika terjadi body contact yang menghasilkan kick-in untuk FC Baru, namun diprotes oleh pemain Dishub FC.

Adu argumen antara pemain bernomor punggung 7, Muchamed Muchlis, dengan wasit Muryadi berujung pada aksi sikutan yang mengenai wajah wasit. Wasit berupaya memberikan kartu merah tetapi situasi berubah chaos. Pemain dari kedua tim terlibat kericuhan, dan panitia turun ke lapangan untuk melerai serta mengamankan perangkat pertandingan.

Setelah situasi mereda, panitia mengarahkan kedua tim kembali ke bench untuk menenangkan diri. Namun wasit memutuskan pertandingan tidak dapat dilanjutkan karena adanya tindakan kekerasan terhadap perangkat pertandingan. Laga FC Baru vs Dishub FC pun dihentikan dan dua pertandingan berikutnya yang dijadwalkan malam itu ikut dibatalkan.

Saat panitia memanggil official kedua tim untuk memberikan penjelasan, protes keras datang dari pihak Dishub FC. Mereka menilai banyak keputusan wasit merugikan tim mereka. Kericuhan kembali pecah, termasuk adanya lemparan botol serta aksi dorong dan pukulan ke arah dada ketua panitia, Anggoro Kurnia. Panitia kembali berusaha melerai sebelum akhirnya seluruh tim diminta meninggalkan arena.

“Keputusan penghentian pertandingan diambil untuk keamanan semua pihak. Laporan lengkap kejadian ini sudah kami siapkan untuk proses klarifikasi lebih lanjut,” ujar Anggoro.

Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menegaskan bahwa pemerintah daerah sudah meminta Sekretaris Daerah melakukan kajian mendalam atas insiden ini. “Sesuai perintah Bupati agar segera dikaji dan ditelaah pelanggarannya apa, serta sanksinya apa,” ujar Nurul.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro, Hari Kristianto, menyatakan bahwa pihaknya akan meminta klarifikasi dari panitia penyelenggara. “Kami akan klarifikasi ke panitia dulu,” tegasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.