Ketika Drummer Rock Asal Sidoarjo Melukis dengan Goresan Panas Solder

oleh -104 Dilihat
WhatsApp Image 2025 08 01 at 2.33.27 PM
Aries Ceplus pelan-pelan membakar kayu dengan solder untuk membuat seni lukis yang luar biasa (Yudha Fury Kusuma)

KabarBaik.co – Di balik dentuman drum dan riuhnya panggung musik rock, tersimpan kisah unik tentang seorang pria yang menemukan jalan baru dalam berkarya.

Namanya Aries Ceplus. Dulu ia dikenal sebagai drummer yang mengisi panggung-panggung kecil di kafe dan acara komunitas. Tapi siapa sangka, alat solder yang biasanya digunakan untuk menyambung kabel elektronik, justru membawanya ke dunia seni yang berbeda, pirografi, seni melukis dengan api.

“Awalnya cuma iseng, sekitar tahun 2018. Lagi nggak ada kerjaan, terus nemu solder nganggur. Daripada bengong, aku coba bikin gambar di kayu,” ujar Aries, saat ditemui di rumahnya di Sidoarjo, Jumat (1/8).

Di atas meja kayu yang sudah gosong di beberapa bagian, Aries menunjukkan salah satu karyanya, lukisan kepala harimau dengan detail bulu yang luar biasa. Semua dibuat tanpa pensil, tanpa cat, hanya solder panas yang membakar permukaan kayu. Prosesnya nyaris tanpa ruang untuk kesalahan.

“Kalau salah gores, nggak bisa dihapus. Harus presisi dari awal,” katanya sambil tersenyum.

“Makanya, meskipun cuma pakai alat sederhana, pirografi ini butuh ketelitian tinggi,” imbuhnya.

Ia menjelaskan tidak semua jenis kayu cocok untuk pirografi. Aries memilih kayu palet atau triplek karena cepat gosong dan lebih mudah diatur tingkat pembakarannya. Namun tetap saja, tekstur kayu yang tak rata kerap menjadi tantangan tersendiri.

“Kadang permukaan kayunya halus, kadang kasar. Jadi mata solder harus bener-bener pas nempel biar hasilnya rata. Itu yang bikin prosesnya nggak selalu bisa cepat,” jelas pria yang juga sempat belajar menggambar dari kakaknya sendiri yang seorang seniman.

Dari iseng menjadi profesi. Setelah mengunggah beberapa hasil karya ke media sosial, Aries mulai kebanjiran pesanan. Salah satu yang paling diingatnya adalah pesanan gambar keluarga dari seorang teman.

“Dia minta dilukis di talenan kayu. Gambarnya keluarga, dia, istri, dan dua anak. Aku hargai Rp 300 ribu waktu itu. Dari situ mulai banyak yang tertarik,” kisahnya.

Kini, meski belum punya galeri khusus, karya-karya Aries tersebar luas di dunia maya. Tema lukisannya beragam, mulai dari potret wajah, hewan, hingga desain khusus sesuai permintaan.

Namun di balik setiap lukisan, selalu ada satu hal yang konsisten yakni dedikasi dan ketelitian tinggi dalam setiap goresan panasnya.

“Aku nggak sekolah seni. Cuma lulusan SMA. Tapi seni itu soal rasa, bukan gelar. Selama kita tekun dan serius, pasti ada jalannya,” tegasnya.

Lewat tangan Aries, kegabutan berubah menjadi karya, dan solder bukan lagi sekadar alat elektronik, melainkan kuas yang membakar cerita di atas kayu. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Yudha Fury Kusuma
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.