KKMP Trate Gresik Berkembang di Tengah Keterbatasan, Sulap Lahan Parkir untuk Pasar Murah

oleh -123 Dilihat
Pasar Murah KKMP Trate, Gresik. (Foto: Ist)
Pasar Murah KKMP Trate, Gresik. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Gresik – Sebidang lahan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Gresik di belakang Kantor Kelurahan Trate yang sebelumnya hanya dimanfaatkan sebagai area parkir, kini berubah menjadi ruang aktivitas ekonomi warga.

Di lokasi seluas 132 meter persegi yang disewa Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Trate itu, digelar pasar murah yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, Minggu (2/8). Pasokan barang berasal dari Bulog, PPI, Rajawali Nusindo ID Food, serta sejumlah pelaku UMKM lokal.

Ketua KKMP Trate Nanang Zubaedi mengatakan, pasar murah merupakan upaya koperasi membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih murah sekaligus menggerakkan perekonomian warga.

“Kami ingin masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Ini juga menjadi ikhtiar koperasi untuk membantu meringankan beban belanja warga,” ujarnya.

Nanang menjelaskan, sebelum memiliki lokasi sendiri, aktivitas koperasi memanfaatkan sebagian ruang pelayanan di Kantor Kelurahan Trate. Kondisi tersebut dinilai kurang ideal karena berpotensi mengganggu pelayanan publik.

Karena itu, pengurus koperasi mengajukan penyewaan aset milik Pemkab Gresik kepada Bagian Aset BPPKAD Kabupaten Gresik. Permohonan tersebut kemudian mendapat persetujuan Sekretaris Daerah Gresik untuk memanfaatkan lahan seluas 132 meter persegi dari total luas 373 meter persegi.

“Harapan kami, ke depan lahan ini bisa dibangun gedung koperasi yang representatif agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” kata Nanang.

Meski baru menempati lokasi tersebut kurang dari satu tahun, aktivitas KKMP Trate terus berkembang. Penambahan komoditas kebutuhan pokok dengan harga bersaing membuat koperasi semakin diminati masyarakat.

Nanang berharap dukungan tidak hanya datang dari pemerintah, tetapi juga dari kalangan swasta, khususnya produsen minyak goreng di Kabupaten Gresik, agar pilihan barang yang dijual semakin beragam.

Ia juga berharap program pemerintah melalui Agrinas dapat memberikan perhatian kepada koperasi yang telah memiliki aktivitas usaha, tetapi masih terkendala sarana dan prasarana.

Langkah KKMP Trate mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Gresik Elvita Yuliati yang meninjau langsung pelaksanaan pasar murah.

Menurutnya, koperasi tersebut mampu menunjukkan perkembangan positif meski masih menghadapi keterbatasan fasilitas.

“Dengan kondisi yang sangat terbatas, koperasi ini mampu berkreasi untuk terus bertahan. Bahkan saya melihat perkembangannya cukup baik,” ujarnya.

Elvita mendorong KKMP Trate memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha mikro di lingkungan sekitar agar koperasi hadir sebagai mitra, bukan pesaing.

“Warung-warung bisa menjadi tempat kulakan atau bentuk kerja sama lainnya. Semangatnya bukan bersaing, tetapi saling bersinergi,” tuturnya.

Camat Gresik Jalesvie Triyasmoko juga menilai KKMP Trate sebagai salah satu koperasi kelurahan yang berkembang paling cepat dalam setahun terakhir.

Menurut dia, perkembangan tersebut ditopang oleh manajemen organisasi yang kuat serta jaringan pemasok yang telah dibangun pengurus koperasi.

“KKMP Trate sangat progresif. Pondasi organisasinya sudah kuat, akses supplier juga sudah ada. Yang masih perlu mendapat perhatian adalah prasarana pendukungnya,” kata Jalesvie.

Ia berharap model pengembangan KKMP Trate dapat menjadi contoh bagi koperasi kelurahan lainnya di Kecamatan Gresik.

“Pemerintah Kecamatan Gresik Kota, siap memfasilitasi komunikasi dan koordinasi, apabila koperasi KKMP membutuhkan dukungan dari berbagai pihak,” ucapnya.

Selain menyediakan kebutuhan pokok murah, pasar murah tersebut juga menghadirkan layanan pembelian minyak jelantah dari masyarakat. Program ini memberi nilai ekonomi pada limbah rumah tangga yang sebelumnya kerap dibuang.

Widya Faourita, warga Trate, mengaku menjual tujuh botol minyak jelantah ukuran 1,5 liter. Setiap botol dihargai Rp10.000 sehingga ia memperoleh Rp70.000.

“Alhamdulillah sekarang tidak buang jelantah ke selokan lagi karena ternyata bisa dijual. Uangnya juga saya tukarkan dengan minyak goreng yang dijual koperasi untuk kebutuhan usaha,” ungkapnya.

Warga lainnya, Nevy Dewi Anita, berharap pasar murah dapat digelar secara rutin karena sangat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pemanfaatan aset pemerintah menjadi ruang produktif tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan fasilitas bukan menjadi penghalang bagi koperasi untuk berkembang.

Namun, agar kiprahnya semakin optimal, kebutuhan akan gedung dan sarana usaha yang lebih representatif masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan dukungan pemerintah maupun dunia usaha.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.