Kolaborasi Adalah Kunci, TP PKK dan Dinkes Jombang Satukan Langkah Tekan Angka Stunting

oleh -50 Dilihat
18c1da04 1e69 4675 96a4 d010dbdf16d5
Ketua TP PKK Kabupaten Jombang Yuliati Nugrahani Warsubi ketika memberi pemaparan penanganan stunting. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Jombang terus digenjot. Ketua TP PKK Kabupaten Jombang Yuliati Nugrahani, secara resmi membuka Rapat Pelaksanaan Gerakan Cegah Stunting yang digelar Dinas Kesehatan.

Acara ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan mulai dari OPD terkait, tenaga kesehatan, kader PKK, hingga guru UKS dari seluruh kecamatan. Dalam sambutannya, Yuliati menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mencegah stunting.

“Masalah stunting tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah. Ini harus menjadi gerakan bersama, dari kabupaten hingga ke desa dan keluarga,” ujarnya pada Rabu (18/6).

Menurut Yuliati, PKK memiliki peran strategis dalam edukasi dan pendampingan keluarga terkait gizi dan pola asuh. Ia juga menyoroti peran vital Posyandu sebagai garda terdepan dalam pelayanan dasar kesehatan.

“Kader Posyandu harus aktif mengajak balita rutin datang ke Posyandu dan memberikan edukasi soal gizi serta pola asuh sehat,” tambahnya.

Yuliati merujuk pada Perpres No. 99 Tahun 2017 dan Keputusan Ketua Umum TP PKK No. 15/KEP/PKK.PST/VIII/2021 bahwa upaya penurunan stunting menjadi bagian dari 10 Program Pokok PKK, khususnya Pokja IV yang membidangi kesehatan.

Ia juga menyebut beberapa isu strategis yang menjadi perhatian serius, seperti pola asuh yang belum optimal, pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan, hingga konsumsi makanan bergizi lokal.

“Ibu-ibu TPK (Tim Pendamping Keluarga) yang terdiri dari bidan, kader PKK, dan penyuluh KB, punya peran besar. Mereka mendampingi keluarga dari fase calon pengantin, kehamilan, hingga tumbuh kembang balita,” ungkap Yuliati yang juga istri Bupati Jombang tersebut.

Dia pun mengajak seluruh kader PKK dari tingkat kabupaten hingga desa untuk meningkatkan kepedulian dan kolaborasi dalam mencegah stunting.

“Ini tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada menegaskan komitmennya untuk menurunkan angka stunting hingga 3% pada akhir 2025.

“Angka itu tidak kecil. Tapi ini adalah bentuk komitmen kami dalam menjawab amanah dari Bupati Jombang, H Warsubi,” ujarnya.

Menurut Hexawan, strategi penanganan stunting akan difokuskan pada deteksi dini, pemberian makanan tambahan bergizi, serta pemantauan pertumbuhan anak secara berkala.

Ia juga menyebut pentingnya edukasi gizi kepada keluarga, terutama karena pola asuh yang tidak tepat masih menjadi tantangan.

“Seperti yang tadi disampaikan Ibu Ketua TP PKK, semua pihak harus bersinergi. Pemerintah, swasta, dan masyarakat harus jalan bersama agar anak-anak Jombang bisa tumbuh sehat dan cerdas,” pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.