Kolaka Utara Bidik Investasi Hilirisasi Agribisnis, Gandeng Kadin Jatim Perkuat Kolaborasi

oleh -126 Dilihat
IMG 20260510 WA0006
Kunjungan Kolaka Utara ke Kadin Jatim menjadi momentum penting untuk belajar sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi investasi. (Foto: Dani) 

KabarBaik.co, Surabaya – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, terus memperkuat langkah menarik investasi melalui pengembangan hilirisasi sektor agribisnis. Upaya tersebut dibahas dalam kunjungan jajaran Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara ke Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur di Surabaya, Sabtu Petang (9/5).

Kunjungan itu sekaligus menjadi bagian dari persiapan Forum Investasi, Perdagangan, dan Industri Kolaka Utara yang akan digelar di Surabaya pada Senin (11/5) besok. Hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Ketua Umum Bidang Kerja Sama Antarprovinsi Kadin Jawa Timur Diar Kusuma Putra, Wakil Ketua Umum Bidang Minyak dan Gas Tri Prakoso, Direktur Eksekutif Kadin Jatim Heru Promono, serta sejumlah pelaku usaha di Jawa Timur.

Konsultan Ekonomi dan Investasi Kabupaten Kolaka Utara dari Tenggara Strategics, Amran Silalahi mengatakan, kunjungan ke Kadin Jatim menjadi momentum penting untuk belajar sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi investasi. Menurutnya, Jawa Timur memiliki pengalaman besar sebagai pusat perdagangan dan industri nasional, khususnya untuk kawasan Indonesia Timur.

“Dari diskusi tadi, kami banyak belajar dari teman-teman Kadin. Potensi daerah harus didorong melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pelaku industri agar pertumbuhan ekonomi bisa berjalan lebih cepat,” ujar Amran.

Ia menjelaskan, salah satu fokus utama yang ditawarkan kepada investor adalah hilirisasi agribisnis. Selama ini, komoditas unggulan Kolaka Utara seperti kakao, kelapa, cengkeh, gula aren, hingga kemiri masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah tanpa pengolahan lanjutan.

Padahal, kata dia, potensi sektor perkebunan di daerah tersebut sangat besar dan memiliki peluang menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat maupun pemerintah daerah. “Selama ini komoditasnya langsung keluar daerah, baik ke Makassar maupun Surabaya. Dengan hilirisasi, kami ingin ada nilai tambah yang bisa dinikmati masyarakat dan daerah,” katanya.

Amran menyebut produksi kelapa di Kolaka Utara mencapai sekitar 4.500 ton per tahun, sedangkan produksi kakao sekitar 8.000 ton per tahun. Namun hingga kini, sebagian besar hasil kelapa masih diolah secara sederhana menjadi kopra sebelum dipasarkan keluar daerah.

Melalui forum investasi mendatang, Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara juga membuka peluang kerja sama dengan investor internasional. Forum tersebut rencananya dihadiri perwakilan konsulat jenderal dari 11 negara, termasuk penjajakan kerja sama investasi dengan Korea Selatan dan China. “Nanti akan ada penjajakan kerja sama atau letter of intent (LoI) dengan Korea dan China,” ujar Amran.

Selain investasi, pihaknya juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) bagi pelaku usaha lokal agar mampu berkembang hingga menembus pasar ekspor. Menurutnya, tantangan penguatan SDM masih menjadi persoalan utama di sejumlah daerah di Indonesia Timur. “Kami ingin pelaku usaha lokal bisa naik kelas, memiliki kemampuan bisnis yang lebih baik, bahkan mampu melakukan ekspor,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Kolaka Utara, Andi Khaerul Rijal, menilai forum investasi tersebut menjadi langkah strategis karena untuk pertama kalinya digelar di luar Sulawesi Tenggara. “Ini momentum penting bagi daerah kami. Mungkin ini pertama kalinya kabupaten di Sulawesi Tenggara menggelar forum investasi seperti ini di luar daerah,” ujarnya.

Menurut Andi, forum tersebut menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus menarik investasi, baik dari dalam maupun luar negeri. Ia mengakui, investasi yang masuk ke Kolaka Utara selama ini masih didominasi sektor pertambangan. Karena itu, pemerintah daerah kini mulai memfokuskan promosi pada sektor agribisnis, terutama komoditas kelapa dan kakao.

“Fokus kami saat ini di sektor agribisnis, khususnya kelapa dan kakao,” katanya. Andi memastikan pemerintah daerah siap memberikan kemudahan bagi investor, mulai dari perizinan hingga pendampingan ke pemerintah pusat. “Kabupaten akan memberikan karpet merah bagi investor yang masuk ke Kolaka Utara. Tidak hanya di level daerah, kami juga siap mendampingi sampai ke pusat,” tegasnya.

Pemerintah daerah, lanjut dia, juga mulai menyiapkan dukungan infrastruktur penunjang investasi, termasuk koordinasi dengan PLN terkait kebutuhan listrik industri dan kesiapan fasilitas pendukung lainnya.

Lebih jauh, Kolaka Utara juga tengah menyiapkan konsep kawasan industri hilirisasi kelapa terintegrasi bersama sejumlah daerah lain di Sulawesi Tenggara. Nantinya, seluruh bagian kelapa direncanakan dapat diolah di dalam daerah, mulai dari pengolahan daging kelapa, cocopeat, hingga produk turunan seperti briket.

“Harapan kami ada industri pengolahan atau pabrikasi di Kolaka Utara sehingga komoditas tidak lagi dijual mentah. Dengan begitu ekonomi daerah bisa meningkat dan SDM masyarakat juga ikut berkembang,” ujarnya.

Meski demikian, Andi mengakui pengolahan kelapa saat ini masih dilakukan secara terbatas oleh masyarakat desa dan menghadapi kendala pemasaran. “Produksi sudah ada, tetapi akses pasar mereka masih terbatas. Karena itu pemerintah hadir untuk membantu membuka akses investasi dan pemasaran,” katanya.

Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Bidang Kerja Sama Antarprovinsi Kadin Jawa Timur, Diar Kusuma Putra, menyambut positif langkah Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara dalam membuka peluang investasi daerah. Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak bisa dijalankan pemerintah sendiri tanpa dukungan dunia usaha dan kolaborasi lintas daerah.

“Kadin bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur selama lima tahun terakhir aktif melakukan kerja sama antarprovinsi melalui konsep misi dagang, termasuk dengan Sulawesi Tenggara,” ujarnya.

Ia menilai langkah Kolaka Utara membangun komunikasi investasi dengan pelaku usaha merupakan strategi yang tepat untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. “Pemerintah memang perlu hadir sebagai fasilitator bagi investor dan pelaku usaha,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Minyak dan Gas Kadin Jatim, Tri Prakoso, mengingatkan pentingnya kesiapan data pendukung ketika menawarkan peluang investasi kepada calon investor. Menurutnya, investor membutuhkan informasi rinci terkait jalur distribusi, infrastruktur logistik, tenaga kerja, hingga fasilitas yang tersedia sebelum memutuskan menanamkan modal.

“Investor perlu melihat data yang detail tentang kondisi riil daerah, infrastruktur, distribusi, tenaga kerja, dan dukungan fasilitas lainnya,” pungkasnya. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.