Komisi II DPRD Kota Blitar Mediasi Keluhan Cabor Soal Hibah Olahraga

oleh -120 Dilihat
IMG 20260608 WA0030
Suasana audiensi di kantor DPRD Kota Blitar. (Foto: Calvin BT)

KabarBaik.co, Blitar – Komisi II DPRD Kota Blitar menerima audiensi Koalisi Cabang Olahraga yang menyampaikan keluhan terkait belum cairnya dana hibah olahraga tahun ini. Dalam pertemuan tersebut, DPRD meminta seluruh pihak mengedepankan kepentingan atlet dan pembinaan olahraga di tengah polemik yang masih terjadi di tubuh KONI Kota Blitar.

Ketua Komisi II DPRD Kota Blitar Yohan Tri Waluyo mengatakan, para perwakilan cabor yang hadir mengaku khawatir keterlambatan pencairan hibah akan berdampak pada program pembinaan atlet.

“Hari ini kami menerima hearing dari perwakilan cabor. Intinya mereka menyampaikan bahwa sampai sekarang anggaran olahraga belum cair sehingga muncul kekhawatiran terhadap keberlangsungan pembinaan atlet,” ujarnya, Senin(8/6).

Menurut Yohan, sebagian cabor mengusulkan agar dana hibah nantinya bisa disalurkan langsung kepada cabang olahraga. Namun, usulan tersebut masih perlu dikaji agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

“Kami menginginkan solusi terbaik. Kalau memang ada opsi penyaluran langsung ke cabor, tentu regulasinya harus dipahami betul agar tidak menimbulkan masalah ke depan,” katanya.

Politikus Partai Gerindra itu menambahkan, DPRD juga menangkap adanya kekhawatiran bahwa polemik yang terjadi di KONI berpotensi memengaruhi pencairan anggaran olahraga yang telah dialokasikan dalam APBD 2026.

Karena itu, pihaknya akan meminta penjelasan dari pihak terkait, termasuk Dispora, guna mengetahui langkah yang akan ditempuh pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan tersebut. “Kami berharap seluruh cabor bisa satu suara. Jangan sampai muncul perbedaan sikap yang justru membuat persoalan semakin panjang,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Percasi Kota Blitar Trijanto mengatakan, hingga saat ini banyak cabor yang masih menjalankan kegiatan menggunakan kemampuan masing-masing. Menurut dia, kondisi tersebut tidak bisa berlangsung terus-menerus apabila pembinaan atlet ingin berjalan maksimal.

“Harusnya awal tahun anggaran sudah bisa dimanfaatkan. Kami berharap ada kepastian karena banyak cabor yang membutuhkan dukungan anggaran untuk menjalankan program pembinaan,” ujarnya.

Trijanto berharap polemik yang terjadi segera menemukan jalan keluar sehingga atlet dan cabang olahraga tidak menjadi pihak yang dirugikan. Menurutnya, yang paling penting saat ini adalah keberlanjutan pembinaan dan persiapan atlet menghadapi berbagai kejuaraan.

“Kami hanya ingin pembinaan atlet tetap berjalan. Jangan sampai persoalan organisasi berdampak pada atlet yang sedang berlatih dan berprestasi,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin BT
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.