Kredit Perbankan Jatim Tumbuh Melambat, OJK Soroti Tekanan Ekonomi Awal Tahun

oleh -137 Dilihat
WhatsApp Image 2026 05 26 at 1.09.18 PM
Kepala OJK Provinsi Jawa Timur Yunita Linda Sari (tengah)/Irma Hari Trisiawardani

KabarBaik.co, Surabaya – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jatim mencatat kinerja industri perbankan di Jawa Timur tetap terjaga pada Februari 2026, meski di tengah tekanan inflasi dan dinamika ekonomi global yang masih membayangi awal tahun.

Di sektor intermediasi, penyaluran kredit perbankan tercatat mencapai Rp620,090 triliun atau tumbuh 1,97 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka itu sedikit lebih tinggi dibandingkan Desember 2025 yang tumbuh 1,90 persen.

Namun demikian, laju pertumbuhan kredit masih jauh lebih rendah dibandingkan Desember 2024 yang sempat menembus 8,62 persen secara tahunan.

Kepala OJK Jatim Yunita Linda Sari mengatakan secara tahun berjalan atau year to date (ytd), penyaluran kredit masih mengalami kontraksi sebesar 0,89 persen.

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan pola yang umum terjadi pada awal tahun seiring penyesuaian penyaluran pembiayaan oleh perbankan.

“Secara year to date, kredit terkontraksi minus 0,89 persen akibat penyesuaian penyaluran kredit di awal tahun,” ujar Yunita, Selasa (26/5).

Melambatnya pertumbuhan kredit dinilai mencerminkan dunia usaha dan rumah tangga yang masih menahan ekspansi. Tingginya suku bunga, lemahnya permintaan domestik, hingga ketidakpastian ekonomi global membuat penyaluran kredit berlangsung lebih selektif.

Di tengah perlambatan kredit, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) justru menunjukkan penguatan.

Hingga Februari 2026, DPK perbankan di Jawa Timur tercatat mencapai Rp830,757 triliun atau tumbuh 4,19 persen secara tahunan. Angka tersebut meningkat dibandingkan posisi Desember 2025 yang tumbuh 3,50 persen.

Kondisi itu dinilai menjadi sinyal bahwa kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan di Jawa Timur masih tetap terjaga.

Sementara itu, rasio Loan to Deposit Ratio/Financing to Deposit Ratio (LDR/FDR) berada di level 74,64 persen, turun dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 76,52 persen. Penurunan rasio tersebut terjadi karena pertumbuhan dana masyarakat lebih tinggi dibandingkan laju penyaluran kredit.

Dari sisi kualitas aset, OJK Jawa Timur mencatat rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) masih berada dalam batas aman, meski mengalami kenaikan.

NPL Gross tercatat naik menjadi 3,63 persen dari sebelumnya 3,37 persen pada Desember 2025. Sedangkan NPL Net meningkat menjadi 1,57 persen dari posisi 1,47 persen.

Di sisi permodalan, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat sebesar 30,48 persen. Meski turun tipis dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 31,38 persen, level tersebut dinilai masih sangat kuat untuk menopang ekspansi bisnis dan menyerap potensi risiko.

Secara keseluruhan, OJK menilai kondisi industri perbankan Jawa Timur hingga Februari 2026 masih solid dengan likuiditas yang memadai dan struktur permodalan yang kuat. Meski begitu, OJK tetap mengingatkan perbankan agar mewaspadai risiko kredit di tengah pertumbuhan pembiayaan yang masih terbatas dan tekanan ekonomi yang belum sepenuhnya mereda. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Irma Hari Trisiawardani
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.