Kronologi WN India Akhiri Hidup di Kamar Detensi Imigrasi Juanda

oleh -105 Dilihat
Ilustrasi Bunuh Diri
Ilustrasi Bunuh Diri

KabarBaik.co, Sidoarjo – Peristiwa tewasnya seorang WNA asal India yang mengakhiri hidupnya di kamar detensi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya di kawasan Juanda, Sedati, Sidoarjo, mulai terungkap.

Korban berinisial SN ditemukan dalam kondisi tergantung di dalam ruang tahanan pada Kamis (14/5) pagi.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo AKP Siko Sesaria Putra Suma mengungkapkan pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus tersebut.

Mereka di antaranya ZSL, warga negara Taiwan yang merupakan teman satu kamar korban, petugas keamanan kantor imigrasi berinisial CLJ, hingga pegawai komunikasi berinisial A.

“Barang bukti yang kami amankan berupa satu kabel rol berwarna putih dengan panjang sekitar tiga meter, satu handuk warna merah, serta hasil visum dan barang lainnya,” ujar Siko, Jumat (15/5).

Ia menjelaskan, kronologi kejadian bermula sekitar pukul 07.00 WIB saat saksi ZSL melihat korban masih tertidur di dalam kamar detensi. Tak lama kemudian korban bangun dan duduk di atas kasur sambil menatap ke arah ventilasi ruangan.

“Saksi pertama kemudian masuk ke kamar mandi sekitar 10 sampai 15 menit untuk mandi dan tidak mendengar suara apapun dari dalam kamar,” jelasnya.

Saat keluar dari kamar mandi, saksi mendapati korban sudah dalam kondisi tergantung di balik pintu ruang tahanan. Saksi kemudian panik dan meminta pertolongan kepada petugas keamanan yang sedang melakukan patroli di area kantor imigrasi.

Mendengar teriakan minta tolong, petugas keamanan langsung menuju sumber suara dan melihat kabel putih sudah terikat pada ventilasi ruang tahanan. Petugas kemudian memanggil pegawai imigrasi lainnya untuk membuka paksa pintu ruang detensi.

“Ketika pintu dibuka, korban sudah dalam keadaan tergantung di balik pintu dan nyaris meninggal dunia,” ungkapnya.

Petugas bersama sejumlah pegawai imigrasi kemudian menurunkan tubuh korban dan membaringkannya di dalam ruang tahanan. Sementara saksi ZSL dipindahkan ke ruangan lain karena mengalami trauma usai melihat kejadian tersebut.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sejumlah barang di dalam kamar detensi, di antaranya potongan kabel rol putih, dua gelas air, dua botol air mineral, tas pribadi korban, perlengkapan mandi hingga pakaian korban.

Siko menambahkan korban saat ditemukan mengenakan kemeja lengan panjang motif kotak warna biru, kaos putih serta celana kain warna merah muda. Polisi juga menemukan bekas jeratan pada leher dan lidah korban tergigit.

“Namun dari pemeriksaan luar tidak ditemukan adanya luka terbuka maupun luka tertutup pada tubuh korban,” katanya.

Hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Porong menyebutkan korban meninggal akibat mati lemas. Tim medis juga menemukan tanda-tanda khas kekurangan oksigen seperti pelebaran pembuluh darah pada mata, kebiruan di ujung jari hingga kekakuan pada anggota tubuh.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga korban mengalami tekanan ekonomi dan persoalan keluarga. SN diketahui pernah tinggal bersama keluarga di Sidoarjo dan telah bercerai dengan istrinya sejak tahun 2019 serta memiliki seorang anak.

“Korban disebut tidak memiliki penghasilan tetap dan sempat curhat kepada rekan satu kamar terkait kesulitan ekonomi serta persoalan hak asuh anak,” tambah Siko.

Saat ini pihak Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya bersama Polresta Sidoarjo masih terus berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal India serta Konsulat Kehormatan India di Surabaya guna penyampaian informasi kepada pihak keluarga dan penanganan jenazah sesuai prosedur konsuler. (*)

Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.