Kunci Sukses dan Kebahagiaan Bupati Banyuwangi Bisa Lulus S-2 Unair

oleh -90 Dilihat
Bupati Banyuwangi Hj Ipuk Fiestiandini SPd MKp (tengah) diwisuda S-2 Prodi Kebijakan Publik FISIP. (Unair News)

KabarBaik.co- Universitas Airlangga (Unair) Surabaya kembali menggelar wisuda periode 241, Minggu (3/3). Bertempat di Airlangga Convention Center (ACC) Kampus C, salah seorang yang diwisuda tersebut adalah Bupati Banyuwangi Hj Ipuk Fiestiandini SPd MKp. Dia sukses menempuh jenjang S-2 Kebijakan Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Bahkan, pada wisuda Unair kali ini, istri Men PAN-RB Abdullah Azwar Anas itu dinobatkan sebagai Wisudawan Terkontributif Dalam Dunia Pendidikan.

Dalam kesempatan itu, Ipuk menyatakan kebangaannya menjadi bagian dari keluarga besar Unair. Menurut dia, Unair merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Hal itu menjadi alasan utama dirinya melanjutkan pendidikan di Unair. Selain itu, Unair juga senantiasa memberikan kemudahan bagi mahasiswa untuk dapat belajar di mana saja dan kapan saja.

Baca juga:  Truk di Banyuwangi Terguling, Muatan Sampah Udang Berhamburan di Jalan

“Menurut saya, Unair adalah perguruan tinggi terbaik yang ada di Jawa Timur, bahkan di Indonesia. Banyuwangi sendiri telah memiliki jejaring yang baik dengan Unair. Salah satunya dengan hadirnya FIKKIA,” terang Ipuk seperti dilansir Unair News.

Tantangan selama menjadi mahasiswa, kata dia, selama ini bukanlah hal yang bermasalah. Dia merasa tantangan itu sangat dibutuhkan agar dapat menggapai satu tujuan dengan maksimal. Tanpa tantangan, perjalanan dan kisah tidak akan menjadi menarik dan asyik.

Di tengah kesibukannya sebagai bupati, Ipuk mengaku tetap mengutamakan pendidikannya. Tak jarang, rekan seperjuangannya di bangku kuliah senantiasa membantu. Perbedaan generasi antara dirinya dengan mahasiswa lain, selama ini tidak akan menjadi kendala dalam berinteraksi.

Baca juga:  Ribuan Siswa di Banyuwangi Sambut Ramadan dengan Pawai Tarhib

’’Kita harus dapat membagi waktu. Misalnya, ketika teman-teman saya mengikuti perkuliahan secara offline, saya meminta izin untuk dapat mengikuti secara online karena tengah bertugas di Banyuwangi. Alhamdulillah, saya mendapatkan teman-teman yang baik. Saya bisa lulus berkat motivasi dari teman-teman mahasiswa,” ujarnya.

Disinggung soal pendidikan, Ipuk menyampaikan rasa prihatinnya terhadap pendidikan yang masih belum merata di Indonesia, Terkhusus di daerah terpencil. Sejauh ini, masih banyak sekali anak-anak yang tertinggal dari segi pendidikan. “Belum bisa mendapatkan rasa bahagia mengenyam pendidikan. Bagi saya, ini harus menjadi consern bagi semua pihak, bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat bahkan swasta,’’ paparnya.

Baca juga:  Ambulans Ringsek Usai Tabrakan di Perempatan Mojopanggung Banyuwangi

Kampus-kampus, lanjut dia, juga harus saling bergandeng tangan mencari solusi bagaimana anak Indonesia bisa mendapatkan hak yang sama dalam layanan pendidikan,” terang Ipuk.

Mewakili Pemka Banyuwangi, Ipuk juga turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan Unair. DIa berharap, selepas menyelesaikan pendidikan, semua wisudawan dapat berkontribusi sesuai bidang keilmuan masing-masing untuk memecahkan berbagai masalah di sekitar.

“Saya yakin, semua wisudawan Unair memiliki prestasi di bidangnya masing-masing. Mari kita berkontribusi dengan ilmu yang kita kuasai. Saya juga berharap, Unair terus berkomitmen menjaga kualitas sistem pendidikan, sehingga menghasilkan ilmuwan-ilmuwan sesuai dengan zamannya!” pungkanya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.