KabarBaik.co – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono meminta peternak tidak menunggu bantuan vaksin gratis pemerintah untuk mencegah ternak terkena virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Hal itu disampaikan Sudaryono usai mengunjungi peternakan sapi perah moderen di PT Bumi Rojo Koyo, Desa Gumuk, Kecamatan Licin, Minggu (5/1) kemarin.
Sudaryono mengatakan saat ini PMK mulai mewabah kembali. Pemerintah saat ini juga telah mengambil langkah lewat pendistribusian vaksin sebagai upaya untuk mencegah penyakit ini kian meluas. Pembagiannnya pun dilakukan secara proporsional berdasar pada tingkat populasi ternak di daerah-daerah.
Namun, vaksin yang ada jumlahnya terbatas. Sementara vaksinasi ternak harus dilakukan berulang. Sehingga vaksin yang disediakan pemerintah tidak akan mampu mengcover kebutuhan seluruh peternak yang ada di Indonesia.
“Jadi kalau tidak mendapatkan vaksin gratis, peternak bisa membeli secara mandiri, harganya Rp 17 ribu hingga Rp 25 ribu. Kalau menunggu bantuan pemerintah, karena distribusi pemerintah tidak akan mampu mengcover semuanya,” kata Sudaryono.
Ia menyebut, di Indonesia, terdapat sekitar 500 ribu sapi perah yang hampir seluruhnya telah divaksinasi. Pemerintah mendorong vaksinasi tidak hanya pada sapi perah tetapi juga pada sapi pedaging yang dimiliki oleh peternak rumahan dan kelompok.
“Kami ingin memonitor dari hari ke hari karena wabah ini seperti Covid, kalau satu kena jangan sampai nular ke lainnya,” ucapnya.
Ia juga mengimbau kepada pemerintah daerah baik tingkat kabupaten maupun provinsi untuk segera mengambil langkah preventif untuk mencegah wabah PMK semakin meluas.
“Kami harap pemda juga menyiapkan kesiapsiagaan yang sama. Intinya kita waspada, monitor secara jeli penyebaran PMK,” pungkasnya.(*)






