KabarBaik.co, Pasuruan – Ketua Komite IV DPD RI, Senator Ahmad Nawardi, melakukan kunjungan kerja reses ke Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasuruan, Kamis (30/7).
Kunjungan tersebut menegaskan pentingnya Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) sebagai instrumen utama pembangunan fondasi kebijakan ekonomi nasional dan daerah yang berbasis data akurat (evidence-based).
Ahmad Nawardi mengapresiasi capaian progres pendataan di Kabupaten Pasuruan yang sudah menembus angka sekitar 70 persen dari target responden, sejalan dengan capaian Jawa Timur secara keseluruhan yang melampaui 75 persen pada akhir Juli 2026.
Ia menilai tema SE2026, Strategi Tepat, Data Berkualitas amat krusial untuk menggeser pola pengambilan kebijakan publik dari yang semula spekulatif menjadi sepenuhnya terukur.
“Angka capaian ini tidak hanya mencerminkan kinerja teknis petugas BPS di lapangan, tetapi juga membuktikan tingginya tingkat kepercayaan para pelaku usaha dan masyarakat terhadap lembaga statistik resmi negara,” ujar Senator Ahmad Nawardi.
Dalam paparan BPS Kabupaten Pasuruan, berbagai strategi modern dijalankan guna menggaet seluruh lini usaha, mulai dari pendataan door-to-door, pemetaan geotagging, hingga pemanfaatan teknologi aplikasi FASIH-Mobile yang dapat bekerja secara offline di wilayah sulit sinyal (blank spot).
Senator Nawardi juga menekankan pentingnya jaminan kerahasiaan data sesuai UU Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik agar para pelaku usaha tidak ragu memberikan keterangan, mengingat data individu BPS tidak akan digunakan untuk kepentingan perpajakan maupun penegakan hukum.
Di akhir kunjungannya, Komite IV DPD RI menyampaikan rekomendasi strategis, meliputi modernisasi payung hukum statistik, penguatan integrasi Satu Data Indonesia, pemerataan infrastruktur digital hingga wilayah pedesaan/3T, serta peningkatan kapasitas SDM BPS di bidang big data dan kecerdasan buatan (AI).







