Kuota Elpiji 3 Kg Ditambah, Distribusi ke Lombok Timur Mulai Hari Ini

oleh -493 Dilihat
Sekretaris Daerah Lombok Timur Muhammad Juaini Taofik
Sekretaris Daerah Lombok Timur Muhammad Juaini Taofik.

KabarBaik.co, Lombok Timur – Setelah hampir dua pekan mengalami kelangkaan, distribusi tambahan gas elpiji 3 kilogram (melon) di Kabupaten Lombok Timur mulai dilakukan hari ini, Senin (6/4). Pemerintah daerah memastikan penyaluran diperkuat secara bertahap guna menjawab kebutuhan masyarakat.

Sebelumnya, kelangkaan elpiji 3 kg tidak hanya membuat pasokan sulit didapat, tetapi juga memicu kenaikan harga di pasaran hingga kisaran Rp 25 ribu sampai Rp 40 ribu per tabung.

Sekretaris Daerah Lombok Timur Muhammad Juaini Taofik, menegaskan bahwa mulai hari ini pemerintah resmi menambah kuota distribusi sebagai langkah konkret mengatasi krisis tersebut.

“Mulai sore ini distribusi tambahan sudah berjalan. Ini bentuk respons cepat pemerintah terhadap antrean panjang dan kelangkaan yang terjadi di masyarakat,” ujarnya.

Berdasarkan kebijakan Bupati Lombok Timur, kuota harian yang sebelumnya sekitar 35 ribu tabung kini ditambah sebanyak 24.490 tabung untuk minggu ini.

Pada tahap awal, distribusi difokuskan ke wilayah prioritas yang paling terdampak, yakni Kecamatan Pringgasela, Lenek, Aikmel, dan Wanasaba. Penentuan wilayah ini didasarkan pada laporan kondisi lapangan, termasuk antrean panjang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Pemerintah memastikan bahwa pada hari-hari berikutnya, distribusi tambahan akan diperluas secara merata ke seluruh wilayah Lombok Timur.

Penyaluran LPG dilakukan melalui pangkalan resmi guna menjaga stabilitas harga dan memudahkan pengawasan. Saat ini, terdapat sekitar 770 pangkalan resmi yang beroperasi di bawah pengawasan pemerintah daerah.

“Distribusi difokuskan ke pangkalan, bukan pengecer, agar harga tetap terkendali dan pengawasan lebih efektif,” jelasnya.

Di lapangan, harga elpiji 3 kg masih bervariasi, bahkan dilaporkan mencapai Rp 50 ribu per tabung di beberapa wilayah. Pemerintah mengakui pengawasan harga hanya dapat dilakukan hingga tingkat pangkalan.

Untuk memperketat pengawasan, Pemkab Lombok Timur berencana membentuk satuan tugas (satgas) yang melibatkan dinas perizinan dan Satpol PP guna menindak praktik penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET).

Selain faktor distribusi, pemerintah juga menyoroti kemungkinan terjadinya panic buying dan penimbunan yang turut memperparah kelangkaan.

“Kalau masyarakat membeli melebihi kebutuhan, maka jatah yang lain akan berkurang. Ini yang harus dikendalikan bersama,” tegasnya.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan agar distribusi dapat berjalan merata.

Dengan dimulainya distribusi tambahan hari ini, pemerintah optimistis kondisi pasokan elpiji 3 kg di Lombok Timur akan segera kembali normal dalam waktu dekat.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.