KabarBaik.co, Surabaya – Tim gabungan kepolisian terus bergerak mengungkap penyebab pasti kebakaran di lantai 5 gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSU dr Soetomo Surabaya.
Tim dari Polsek Gubeng, Tim Inafis Polrestabes Surabaya, dan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim telah menggelar olah TKP susulan pada Sabtu (16/5) siang.
Bawa Dua Kantong Barang Bukti
Proses olah TKP yang dimulai sejak pagi tersebut berlangsung selama 2 jam 30 menit. Sekitar pukul 16.00 WIB, petugas keluar dengan membawa dua kantong plastik bening berisi sejumlah komponen benda bekas terbakar untuk diteliti lebih lanjut.
Fokus Uji Laboratorium
Kapolsek Gubeng Kompol Eko Sudarmanto menegaskan bahwa olah TKP ini dilakukan untuk merampungkan tahapan penyelidikan. Barang-barang sisa kebakaran tersebut sengaja diamankan untuk mendeteksi sumber awal api.
“Ini masih rangkaian penyelidikan. Barang-barang itu akan dibawa ke laboratorium untuk diteliti. Tunggu saja, barang langsung dibawa ke laboratorium,” ujar Eko, Minggu (16/5).
Namun, pihak kepolisian belum merinci jenis komponen apa saja yang dibawa dari dalam gedung.
Diberitakan sebelumnya, Lantai 5 Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSU dr Soetomo terbakar, Jumat (15/5). Dampak dari kebakaran tersebut membuat satu pasien meninggal.
Selain pasien meninggal, insiden tersebut juga membuat satu pasien lainnya dalam kondisi kritis saat proses evakuasi dari ruang perawatan intensif di lantai enam gedung tersebut.
Pasien meninggal atas nama Sutaji, 46, warga Desa Kapuan, Kecamatan Cepu, Blora.
Asap hitam pekat pertama kali terlihat dari lantai lima Gedung PPJT. Petugas pemadam kebakaran bersama tim internal rumah sakit langsung bergerak cepat mengevakuasi pasien dan pengunjung untuk menghindari korban lebih banyak.
Sejumlah armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, termasuk bronto skylift untuk menjangkau lantai atas gedung yang dipenuhi asap. Aparat keamanan juga memperketat akses menuju area rumah sakit agar proses penyelamatan berjalan lancar. (*)








