KabarBaik.co – Menjadi aparatur sipil negara (ASN) bukanlah perjalanan yang mudah. Dibutuhkan integritas, loyalitas, dan konsistensi pengabdian hingga mampu menuntaskan tugas sampai masa purna.
Hal itu ditegaskan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal, saat melepas tiga pejabat eselon II yang memasuki masa purna tugas di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB di Ruang Rapat Anggrek, Kantor Gubernur NTB, Rabu (31/12).
Ketiga pejabat tersebut yakni Kepala Bappeda NTB Iswandi, Kepala Kesbangpol Ruslan Abdul Gani, serta Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sahnan.
“Menjadi ASN itu tidak mudah. Untuk bisa sampai pada titik pensiun dengan selamat, itu tidak semua orang bisa. Ini perjalanan panjang, penuh tantangan dan pengabdian,” ujar Gubernur Iqbal.
Gubernur mengapresiasi dedikasi, kinerja, serta pengabdian ketiganya selama puluhan tahun mengabdi di Pemerintah Provinsi NTB. Ia menilai tradisi pelepasan purna tugas merupakan bentuk penghormatan atas jasa dan kontribusi ASN.
“Setiap orang yang purna tugas meninggalkan budi, kebaikan, dan keringat. Hari ini kita menyambut purna tugas dengan penuh hormat, sebagaimana saat mereka dilantik,” katanya.
Gubernur NTB berharap masa purna tugas menjadi fase kehidupan yang penuh berkah, sekaligus membuka peluang bagi para purna ASN untuk tetap berkontribusi bagi daerah.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, menyampaikan bahwa setiap jabatan memiliki awal dan akhir. Ia mengapresiasi loyalitas serta kinerja para pejabat yang purna tugas, khususnya dalam sepuluh bulan terakhir masa kepemimpinannya bersama Gubernur Iqbal.
“Jabatan adalah amanah. Rezeki tidak akan tertukar, dan yang purna tugas hari ini telah menuntaskan amanahnya dengan sangat baik,” tutupnya.(*)








