KabarBaik.co – Bakal Calon Gubernur Jawa Timur dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Luluk Nur Hamidah, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap praktik demokrasi di Jawa Timur. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas dan keadilan dalam demokrasi di provinsi ini.
Menurut Luluk, Jawa Timur harus berbenah agar tidak mengulangi kesalahan dalam proses demokrasi sebelumnya. “Semoga di Jawa Timur ini kita tidak mengulang lagi praktik-praktik demokrasi yang tidak sehat. Demokrasi seharusnya berjalan dengan adil dan transparan, bukan dengan memobilisasi instrumen kekuasaan,” ujarnya.
Luluk menyoroti pola-pola kekuasaan yang sering kali menyalahgunakan instrumen pemerintahan untuk tujuan politik tertentu. Ia menilai bahwa hal ini hanya akan mencederai demokrasi dan merugikan masyarakat secara keseluruhan.
“Saya tidak ingin ada pihak yang menggunakan cara-cara kekuasaan yang tidak adil. Jangan sampai ada pengarahan-pengarahan dari institusi-institusi tertentu yang justru membatasi kebebasan masyarakat dalam berdemokrasi,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Luluk juga menyinggung peran perangkat desa, yang menurutnya seringkali menjadi korban dari mobilisasi politik. “Perangkat desa, termasuk kepala desa, harusnya diberikan kebebasan untuk berpartisipasi dalam proses politik tanpa ada tekanan dari pihak manapun,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan kepala desa dalam proses legislasi di tingkat nasional. “Saat ini, kepala desa di seluruh Indonesia, termasuk di Jawa Timur, seharusnya menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat di legislatif,” kata Luluk.
Sebagai anggota DPR RI, Luluk mengklaim telah memperjuangkan hak-hak desa melalui pengesahan Undang-Undang Desa. Ia yakin, jika terpilih menjadi Gubernur, perjuangan tersebut akan terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Jawa Timur.
“Rekam jejak saya di DPR RI sudah terbukti. Meskipun saya tidak selalu dilibatkan dalam pemerintahan daerah, undang-undang yang saya perjuangkan sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” imbuhnya.
Luluk juga menyerukan agar masyarakat Jawa Timur memberikan kesempatan kepada calon-calon pemimpin yang memiliki niat baik untuk memajukan daerah. “Mari kita berikan kesempatan kepada siapapun yang punya niat tulus untuk memajukan dan memakmurkan Jawa Timur,” ujarnya.
Ia berharap proses pemilihan gubernur mendatang dapat berjalan dengan jujur dan adil, tanpa ada permainan di balik layar yang mencederai demokrasi. “Tidak perlu ada praktik-praktik tersembunyi yang merugikan masyarakat,” tandasnya. (*)







