KabarBaik.co – Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (FIB UB) Kelompok 63 melaksanakan program penyusunan buku cerita berjudul “Legenda Telaga Jenon dan Desa Gunungronggo”. Program ini menjadi bagian dari revitalisasi Perpustakaan MI Darussalamah di Desa Gunungronggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.
Program tersebut bertujuan memperkaya koleksi perpustakaan dengan bacaan baru yang relevan, sekaligus mendorong peningkatan literasi siswa sekolah dasar. Proses penyusunan buku dimulai sejak Juli 2025 melalui koordinasi dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat.
Mahasiswa melakukan wawancara dengan sesepuh desa untuk menggali cerita rakyat, khususnya legenda asal-usul Telaga Jenon yang erat dengan identitas Desa Gunungronggo. “Cerita tersebut kemudian ditulis ulang dengan bahasa yang sederhana, komunikatif, dan sesuai dengan tingkat pemahaman anak-anak,” ujar Koordinator Desa Kelompok 63, Najwa El Kiromi, Senin (15/9).
Setelah naskah rampung, mahasiswa melanjutkan dengan pembuatan ilustrasi bergaya kartun berwarna cerah agar lebih menarik bagi anak-anak. “Perpaduan teks sederhana dengan gambar visual diharapkan dapat meningkatkan minat baca sekaligus membantu siswa memahami isi cerita,” jelas Najwa.
Buku ’Legenda Telaga Jenon dan Desa Gunungronggo’ selesai dicetak pada minggu keempat Juli lalu. Kemudian secara simbolis diserahkan kepada MI Darussalamah pada 4 Agustus 2025, yang dilakukan bersamaan dengan peresmian perpustakaan hasil revitalisasi.
“Respons siswa sangat antusias. Mereka bersemangat membuka halaman demi halaman buku, bahkan ada yang langsung membaca keras-keras di hadapan teman-temannya,” ungkap Najwa.
Guru dan kepala sekolah turut memberikan apresiasi, karena buku tersebut bukan hanya menambah koleksi bacaan, tetapi juga menghadirkan cerita rakyat yang dekat dengan kehidupan siswa.
Najwa menegaskan, penyusunan buku ini menjadi salah satu cara sederhana untuk menghadirkan budaya lokal dalam literasi anak-anak. “Harapan kami, buku ini bisa menjadi bacaan favorit siswa sekaligus sarana menjaga cerita rakyat agar tidak hilang ditelan zaman,” ujarnya.
Program ini juga sejalan dengan SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), yakni mendorong peningkatan literasi dasar melalui bahan bacaan kontekstual dan edukatif. “Tentunya, kehadiran buku cerita rakyat ini diharapkan dapat membuat siswa MI Darussalamah semakin gemar membaca, percaya diri, dan bangga terhadap identitas budaya desanya,” tandasnya. (*)






