KabarBaik.co- Konferensi Wilayah (Konferwil) XV PW Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jatim, sempat maju-mundur akhirnya telah ada titik terang. Semula, hajatan empat tahunan itu dijadwalkan pada 28 Juli 2024 lalu. Tempatnya, di Pondok Pesantren (Ponpes) Tambakberas, Jombang. Namun, terbaru akan digelar Senin (12/8) lusa, di Ponpes Zainul Hasan, Genggong, Probolinggo.
Kepastian tersebut diputuskan dalam rapat panitia Konferwil XV PW GP Ansor Jatim pada Kamis (8/8) lalu. Rapat di kantor PW GP Ansor Jatim itu dihadiri oleh jajaran Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC). Hadir juga sKetua PW GP Ansor Jatim HM. Syafiq Syauqi. Salah satu agenda Konferwil adalah memilih ketua baru periode 2024-2028.
Menurut Farid Al Farisi, ketua Panitia Konferwil XV PW GP Ansor Jatim, kegiatan itu akan dihadiri sebanyak 1.560 peserta. Mereka terdiri atas delegasi Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Jatim. “Sesuai keputusan Pimpinan Pusat (PP) tentang tertib organisasi, Konferwil Ansor Jatim harus dilaksanakan mengingat SK Kepengurusan PW GP Ansor Jatim yang akan berakhir pertengahan Agustus ini,” katanya dilansir dari website PW GP Ansor Jatim.
Soal perubahan lokasi dari Jombang ke Probolinggo, Farid menjelaskan, hal itu berdasar pertimbangan strategis kewilayahan. Sebab, Konferwil PWNU Jawa Timur telah dilaksanakan di Jombang. ’’Kita memutuskan atas petunjuk dari para kiai dan senior agar memberikan sebaran agenda organisasi tertinggi Jatim tidak di satu tempat yang sama,’’ ujarnya.
Konferwil XV GP Ansor Jatim kali ini mengusung tema Pivot Ideologi Menuju Organisasi Digdaya. Dengan tema itu GP Ansor Jatim ingin memberikan pesan kepada seluruh kadernya untuk berani mengambil manuver gerakan strategis dengan tetap kokoh berpijak pada ideologi.
Sementara itu, informasi yang dihimpun KabarBaik.co, sedikitnya ada lima kandidat yang berpeluang maju sebagai calon ketua PW GP Ansor Jatim. Kelima kader itu adalah Wakil Sekjen PP GP Ansor Musaffa Safril, Ketua PP M. Abid Umar (Gus Abid), Ketua PC GP Ansor Sidoarjo Rizza Ali Faizin, Ketua PC GP Ansor Bangil Pasuruan Sa’ad Muafi, dan kader GP Ansor yang juga Wabup Mojokerto M. Al Barra (Gus Barra).
Konon, maju-mundur pelaksanaan Konferwil GP Ansor Jatim itu juga disebut-sebut imbas tarik-menarik antara elite PKB dan PBNU. Artinya, masing-masing memiliki kandidat yang dijagokan. Seperti sudah banyak diketahui, belakangan hubungan antara elite PKB dan PBNU tengah ’’memanas’’. Di media massa, mereka saling sindir dan berbalas pernyataan.
Namun, kabar mundurnya pelaksanaan Konferwil karena terkait hubungan PKB dan PBNU ditepis oleh Sekretaris PW GP Ansor Jatim Hasan Bisri. ‘’Wah, tidak berkaitan,’’ tegasnya Sabtu (10//8) malam.
Yang jelas, semua kader Ansor memiliki hak untuk maju sebagai calon ketua Ansor Jatim, asalkan memenuhi persyaratan sesuai ketentuan organisasi. Di antaranya, harus mendapatkan dukungan minimal dari empat PC dan sebanyak 21 PAC. Selain itu, calon ketua berusia maksimal 45 tahun, sudah pernah mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN). (*)








