Manfaatkan Kotoran Sapi Jadi Biogas, 50 Persen Warga Dusun Brau Kota Batu Tak Lagi Beli LPG

Reporter: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal
oleh -70 Dilihat
Biogas salah satu salah satu warga Dusun Brau menghasilkan warna biru untuk memasak. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co – Secara geografis wilayah Kota Batu dikelilingi pegunungan besar. Antara lain Gunung Arjuno dan Kawi serta Panderman juga sejumlah bukit. Dari sini menyebabkan hawa dingin yang ternyata juga cocok untuk pengembangan sapi perah yang menghasilkan susu.

Tak heran banyak masyarakat yang memelihara sapi, termasuk di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kota Batu. Selain dimanfaatkan susunya untuk mengangkat perekonomian. selama ini masyarakat desa tersebut memanfaatkan kotoran sapi untuk biogas yang digunakan sebagai perapian memasak sehingga warga tidak membutuhkan lagi LPG.

Baca juga:  Pemkot Batu Anggarkan Rp 8,8 Miliar untuk Entas Kemiskinan

Muhammad Munir, salah seorang warga menyebut biogas dari kotoran sapi tujuan awal tercetus agar kotoran sapi bisa menjadi solusi. “Gagasan kotoran sapi dirubah menjadi biogas ini sejak 2015,” kata Munir yang menjadi penggagas biogas di Dusun Brau, Minggu (7/6).

Menurut Munir, sebanyak 120 kepala keluarga (KK) di satu RW dan empat RT yang berada di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, dengan kisaran 700 ekor sapi berhasil memanfaatkan kotoran sapi perah untuk diolah menjadi biogas. “Karena pemanfaatan itu pula, hampir 50 persen KK di kawasan ini tidak lagi memanfaatkan LPG untuk keperluan sehari-hari,” ujarnya.

Baca juga:  Kabar Baik untuk Semua Sekolah di Kota Batu, BOSDA Dipastikan Cair Pekan Ini

Pengolahan menjadi biogas ini, lanjut Munir, tidak lepas dari banyaknya populasi sapi di Dusun Brau. Karena hampir semua warga memelihara sapi, maka secara keseluruhan ada sekitar 1.500 ekor sapi dewasa di dusun tersebut.

”Untuk teknik pembuatan yang dilakukan itu masih secara manual. Yakni kotoran sapi dikumpulkan dalam bak penampungan sementara untuk diaduk. Di mana untuk takarannya satu liter air ditambah satu kilogram kotoran. Hasil adukan itu dialirkan menuju bak penampungan limbah organik dari kotoran sapi. Berikutnya disalurkan ke pipa untuk dijadikan biogas,” jelas dia.

Baca juga:  Rest Area Punten Kota Batu, Rekomendasi Tempat Singgah Wisatawan saat Libur Lebaran

Salah satu warga pengguna biogas, Sugianto mengungkapkan, selama menggunakan biogas dia tidak pernah lagi menggunakan LPG. ”Yang jelas sejak menggunakan biogas dari tahun 2015 saya tidak membutuhkan LPG. Sementara limbah dari biogas itu juga bisa dimanfaatkan untuk pupuk. Tentunya ini sangat membantu saya dan keluarga,” paparnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.