KabarBaik.co, Sidoarjo – Bangunan calon Pasar Modern Wadungasri di Desa Kepuhkiriman, Waru, Sidoarjo kembali menjadi sorotan. Aset milik Pemkab Sidoarjo yang mangkrak selama lebih dari satu dekade itu kini mulai mendapat perhatian serius dari DPRD Sidoarjo agar segera difungsikan kembali.
Peninjauan langsung dilakukan Wakil Ketua III DPRD Sidoarjo bersama Dinas perdagangan dan Camat Waru, Selasa (12/5). Dalam kunjungan tersebut, kondisi bangunan tampak memprihatinkan. Struktur beton terlihat mulai berkarat, area sekitar dipenuhi kesan kumuh, sementara sebagian lahan parkir masih menyisakan bekas genangan air akibat luapan sungai di sisi bangunan.
Wakil Ketua III DPRD Sidoarjo Warih Andono menjelaskan bangunan tersebut merupakan aset pemerintah daerah yang sejak awal dirancang sebagai pasar modern bertingkat tiga hingga empat lantai. Bahkan pada konsep awal, bagian lantai bawah direncanakan sebagai area losmen untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.
“Ini aset pemerintah yang dulu direncanakan untuk pasar modern. Perencanaannya sejak 2011 dan mangkrak sampai 2017. Kalau dibiarkan terus, ini mubazir. Kehadiran kita di sini untuk menindaklanjuti agar ke depan bisa berfungsi baik,” ujar Warih saat meninjau lokasi.
Dalam peninjauan lapangan itu turut hadir Camat Waru Farkan Jazuli selaku pemangku wilayah bersama jajaran Dinas Pasar Kabupaten Sidoarjo. Kehadiran mereka sekaligus untuk melihat langsung kondisi bangunan yang selama bertahun-tahun terbengkalai tanpa aktivitas berarti.
Menurut Warih, mandeknya pembangunan pasar tersebut dipicu beberapa persoalan, mulai dari meninggalnya kontraktor pemenang tender hingga persoalan pendanaan yang membuat proyek berhenti total. Karena itu, DPRD Sidoarjo berencana segera menggelar hearing bersama pihak terkait guna menentukan langkah penyelesaian.

“Paling tidak tahun 2027 sudah bisa dilaksanakan pembangunannya. Kita perlu hitung kembali karena ini sudah kembali menjadi aset daerah,” tegas politikus senior Partai Golkar tersebut.
Ke depan, Pasar Modern Wadungasri dirancang terintegrasi dengan pasar tradisional lama yang berada di sisi selatan. Konsep ini diharapkan mampu menghadirkan suasana belanja yang lebih bersih dan nyaman tanpa menghilangkan aktivitas pasar rakyat yang sudah berjalan selama ini.
Sementara itu, Kepala Bidang Pasar, Setyo Handaka menyatakan pihaknya siap melakukan pengelolaan apabila pembangunan nantinya kembali dilanjutkan. Menurutnya, konsep pasar modern saat ini harus mengikuti kebutuhan masyarakat agar tidak sepi pengunjung.
“Intinya, kami ingin kegiatan ekonomi masyarakat berjalan maksimal di lokasi strategis ini. Pasar harus bersih, nyaman, dan pengelolaannya benar-benar dipersiapkan dengan matang,” ungkap Setyo.
Selain pembangunan fisik, penataan area parkir juga menjadi perhatian penting. Sebab selama ini pengelolaan parkir di lokasi tersebut belum memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Nantinya seluruh pengelolaan pasar direncanakan mengikuti Perda dan Perbup agar aset daerah itu benar-benar memberi dampak ekonomi bagi masyarakat Sidoarjo. (*)








