Manusuk Sima, Jejak Sejarah Tanah Perdikan dan Simbol Keadilan di Nganjuk

oleh -112 Dilihat
WhatsApp Image 2026 04 10 at 5.07.54 PM 1
Prosesi ritual manusuk sima sebagai rangkaian peringatan HUT ke-1.089 Nganjuk di Candilor (Agus Karyono)

KabarBaik.co, Nganjuk– Prosesi adat Manusuk Sima yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Nganjuk ke-1.089 bukan sekadar ritual, melainkan penanda sejarah panjang berdirinya daerah ini sebagai wilayah yang memiliki kehormatan khusus sejak masa Kerajaan Medang. Tradisi ini menjadi bukti nyata hubungan harmonis antara pemimpin dan rakyat di masa lampau.

“Secara bahasa, Manusuk Sima artinya upacara tentang penetapan tanah perdikan bebas dari kewajiban membayar pajak. Jadi, Manusuk Sima itu adalah proses penetapan wilayah tertentu menjadi daerah yang mendapatkan hak istimewa,” jelas Sukadi, Sejarawan Nganjuk yang juga aktif di Komunitas Pecinta Sejarah dan Ekologi Nganjuk (Kota Sejuk), Jumat (10/4)

Menurut penuturan sejarah, penetapan status Sima diberikan oleh Raja Mpu Sindok kepada pasukan atau masyarakat Anjuk Ladang sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan keberanian mereka dalam membantu kerajaan memenangkan peperangan. Wilayah yang ditetapkan sebagai Sima mendapatkan keistimewaan berupa pembebasan dari kewajiban membayar pajak kepada kerajaan.

“Nilai filosofisnya sangat dalam. Ini mengajarkan bahwa seorang pemimpin harus adil dan bijaksana. Ketika rakyat atau bawahannya berprestasi dan berjasa, maka pemimpin wajib memberikan apresiasi dan perlindungan, sebagaimana raja memberikan tanah bebas pajak sebagai tanda terima kasih,” tambah pria yang juga tercatat sebagai Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Nganjuk ini.

Sukadi menambahkan pelestarian ritual Manusuk Sima hingga saat ini sangat penting untuk menjaga ingatan kolektif masyarakat. Melalui tradisi ini, generasi sekarang diajak untuk ‘menyambung’ kembali dengan akar sejarah, memahami asal-usul nama Nganjuk, serta meneladani nilai-nilai luhur seperti kesetiaan, keberanian, dan keadilan yang telah diwariskan oleh leluhur. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.