KabarBaik.co – Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyoroti kebiasaan warga pedesaan yang masih membiarkan kandang sapi menempel langsung dengan rumah tinggal.
Praktik ini dinilai berbahaya karena memiliki risiko langsung terhadap kesehatan keluarga, terutama anak-anak dan bayi.
Di hadapan para camat dan petugas kesehatan, Bupati Rio membeberkan temuannya di lapangan. Dimana masih banyak sebuah rumah menempel dengan kandang sapi.
“Sering saya amati, di desa-desa rumah kumpul dengan kandang sapi,” ujarnya, Minggu (7/12).
Menurutnya, kondisi tersebut adalah potensi bahaya kesehatan. Ia bahkan meminta konfirmasi langsung kepada Kepala Dinas Kesehatan dr Sandy, yang tegas menyatakan bahwa lingkungan seperti itu tidak sehat.
Rio juga menuturkan kekhawatiran ini bukan sekadar teori, melainkan pengalaman nyata. Ia mencontohkan sopir pribadinya yang kerap izin kerja karena anaknya sakit.
“Setelah ditelusuri, rumah sopir saya itu ternyata menyatu dengan kandang ternak. Hal itu tentu sangat tidak baik,” tegasnya.
Oleh karena itu, Rio meminta para camat segera melakukan mitigasi dan mencari solusi penataan, menegaskan bahwa pemisahan antara ruang hidup dan kandang harus menjadi perhatian utama.
“Pesan kepada camat, coba cari cara bagaimana rumah tinggal terpisah dengan kandang,” ungkap Rio.
Bupati muda itu menjelaskan bahwa posisi kandang yang terlalu dekat membuat udara di dalam rumah tercemar. Situasi ini sangat rawan bagi bayi dan anak kecil.
“Apalagi bayi itu cepat, rentan, karena yang dihirup tidak sehat,” tuturnya.
Selain masalah kandang, Bupati Rio juga mengingatkan warga agar tidak lagi membuang air besar dan mandi di sungai yang mengalir di tengah kota.
Ia mengakui kebiasaan tersebut dulunya lazim, namun kini sudah tidak relevan lagi terkait kesehatan.
Ia berharap, penghargaan STBM bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum untuk perbaikan perilaku hidup bersih dan sehat di tingkat desa.(*)







