Menag di Masjid Al-Akbar: Jangan Hakimi Penceramah dari Potongan Ceramah Viral

oleh -65 Dilihat
NASARUDDIN UMAR
Menteri Agama Nasaruddin Umar saat memberikan cermah di Masjid Al-Akbar Surabaya.

KabarBaik.co, Surabaya- Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menyalahkan seseorang hanya dari potongan ceramah yang viral di media sosial. Pesan itu disampaikannya saat Ceramah Subuh di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Sabtu (7/3), merespons polemik yang sempat muncul tentang pernyataannya tentang zakat 2,5 persen.

Dalam ceramah yang dihadiri sekitar seribu jamaah, Nasaruddin menegaskan bahwa potongan pernyataannya yang beredar sebelumnya tidak dimaksudkan untuk menyatakan zakat tidak wajib. Menurut dia, pihaknya justru ingin menekankan bahwa pemberdayaan umat tidak cukup hanya melalui zakat, tetapi juga melalui instrumen lain seperti wakaf, infak, dan sedekah.

“Jangan salahkan orang dari potongan ceramah. Bisa jadi kita belum sampai pada maksud sebenarnya dari penceramah,” ujarnya.

Sebagai ilustrasi, Nasaruiddn menyinggung kisah sufi terkenal Mansur Al-Hallaj yang dieksekusi karena dianggap sesat. Namun menurut kisah yang berkembang dalam tradisi sufisme, darah Al-Hallaj yang mengalir justru membentuk kalimat tauhid “La ilaha illallah”, yang dipahami sebagian orang sebagai tanda kebenaran spiritualnya.

Menag juga mengajak pengelola dan jamaah Masjid Al-Akbar untuk mengoptimalkan dana sosial keagamaan demi pemberdayaan masyarakat. Ia mencontohkan pengelolaan dana wakaf dan sosial di beberapa negara Timur Tengah seperti Qatar, Kuwait, dan United Arab Emirates yang mampu menghimpun hingga 25–40 persen dana sosial keagamaan untuk program produktif masyarakat.

Dalam ceramahnya, Nasaruddin juga mengajak umat Islam menjadikan Ramadan sebagai momentum peningkatan “martabat beragama”. Dia menjelaskan bahwa ajaran Islam selalu mendorong peningkatan kualitas iman dan takwa, bukan sekadar menjalankan kewajiban secara formal.

“Alquran mengatakan ‘wahai orang-orang beriman, berimanlah’. Artinya bukan karena belum beriman, tetapi ajakan untuk terus meningkatkan keimanan,” jelasnya.

Dia membedakan antara “ahli taat” yang menjalankan ibadah sebatas kewajiban dengan “ahli ibadah” yang beribadah karena cinta kepada Allah. Menurutnya, ibadah sejati tidak hanya bersifat lahiriah, tetapi juga menyentuh dimensi spiritual dan moral. “Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga lisan, pendengaran, dan pandangan,” katanya.

Di awal ceramah, Menag juga mengajak jamaah membaca Al-Fatihah untuk mendoakan almarhum Try Sutrisno, mantan Wapres, yang disebut sebagai salah seorang tokoh pendiri Masjid Al-Akbar dan sejumlah masjid lain, yang wafat pada 2 Maret 2026.

Pada kesempatan tersebut, Kementerian Agama juga menyerahkan bantuan sosial keagamaan sebesar Rp 100 juta kepada pengelola Masjid Al-Akbar Surabaya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.