Menengok Museum Marsinah di Nganjuk, Magnet Baru Wisata Sejarah yang Ramai Diserbu Pengunjung

oleh -94 Dilihat
Museum dan Rumah Singgah Marsinah yang terletak di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk sudah dibuka untuk umum (Agus Karyono)
Museum dan Rumah Singgah Marsinah yang terletak di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk sudah dibuka untuk umum (Agus Karyono)

KabarBaik.co Nganjuk – Antusiasme masyarakat untuk mengenal lebih dekat sosok Pahlawan Nasional Marsinah terbilang sangat tinggi. Baru sepekan dibuka sejak 25 Mei 2026 lalu, Museum dan Rumah Singgah Marsinah yang terletak di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, langsung ramai diserbu oleh warga dari berbagai daerah.

“Hari ini pas libur sekolah, janjian sama teman-teman ke Museum Ibu Marsinah. Ingin tahu sejarah pahlawan nasional asal Nganjuk. Tempatnya bagus, keren, menambah wawasan sejarah,” ujar Nayla, 12, salah seorang pelajar asal Desa Demangan yang datang berkunjung pada Selasa (2/6).

Daya tarik museum ini tidak hanya terletak pada koleksi peninggalan bersejarah sang pejuang buruh. Para pengunjung yang datang juga berkesempatan istimewa untuk mendengarkan langsung penjelasan dari Marsini, kakak kandung almarhumah Marsinah, yang bertindak sebagai pemandu wisata.

“Sering juga menjawab pertanyaan pengunjung dan membagikan kisah masa kecil, perjalanan hidup Marsinah yang selama ini jarang diketahui,” ungkap Marsini saat menceritakan pengalamannya menemani para wisatawan.

Untuk menunjang kenyamanan, operasional museum setiap hari didukung oleh tiga petugas keamanan dan tiga staf pelayanan.

Selain museum utama, kompleks ini juga menyediakan fasilitas unik berupa rumah singgah gratis di bagian belakang bangunan yang dapat diakses oleh masyarakat umum.

“Rumah singgah juga bisa dikunjungi secara gratis asalkan didampingi guide. Bahkan tidak hanya untuk kalangan buruh, pengunjung dari luar kota juga bisa menginap maksimal satu hari dengan reservasi terlebih dahulu,” terang Printris Mandrik, salah satu petugas museum.

Sejak resmi dibuka, grafik kunjungan ke tempat ini terus menunjukkan tren yang positif. Momentum libur panjang Hari Raya Idul Adha dan Hari Raya Waisak diakui menjadi salah satu faktor utama yang mendongkrak lonjakan angka kunjungan wisatawan.

“Pengunjung tidak hanya berasal dari Nganjuk, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Sidoarjo, Kediri, Semarang, Bali hingga Kalimantan. Sekitar 40 persen pengunjung berasal dari luar kota,” jelas Kepala Staf Museum Marsinah, Dian Rusdiyanti.

Dian menambahkan bahwa rekor kunjungan tertinggi sempat menyentuh angka 575 orang dalam sehari pada Minggu (31/5), dengan rata-rata kunjungan harian normal berkisar antara 200 hingga 300 orang.

Bagi Anda yang tertarik berkunjung, Museum Marsinah beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB, dan hanya tutup pada hari Selasa setiap pekannya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.