KabarBaik.co – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochammad Irfan Yusuf, meninjau langsung Bandara Dhoho Kediri, Jawa Timur, guna melihat kesiapan fasilitas dan peluang pengembangan bandara tersebut sebagai salah satu pintu keberangkatan jemaah umrah dari wilayah Jawa Timur.
Dalam kunjungannya, Irfan Yusuf memaparkan mandat dan peran Kementerian Haji dan Umrah RI yang baru dibentuk oleh Presiden untuk meningkatkan standar pelayanan serta perlindungan bagi seluruh jemaah.
“Kehadiran kementerian ini adalah amanat besar untuk memastikan jamaah kita memperoleh pelayanan terbaik, mulai dari hulu hingga hilir,” tegas dia dalam keterangannya, Kamis (11/12).
Ia menekankan bahwa pemerintah tengah memperkuat tata kelola serta ekosistem penyelenggaraan Haji dan Umrah. Dengan jumlah jemaah umrah Indonesia yang mencapai sekitar 1,5 juta orang per tahun, kebutuhan akan konektivitas udara yang efisien, kolaborasi lintas sektor, dan inovasi layanan menjadi semakin penting.
Dalam kesempatan itu, Irfan juga menyoroti kondisi Bandara Juanda Surabaya yang kini beroperasi di atas kapasitas optimal. Karena itu, pemerintah menilai perlunya alternatif pintu keberangkatan bagi jemaah umrah dari Jawa Timur. Bandara Dhoho Kediri, dengan fasilitas modern dan runway yang mampu didarati pesawat berbadan lebar, dinilai memiliki keunggulan kompetitif dan fleksibilitas bagi maskapai.
“Bandara Dhoho memiliki potensi besar untuk menjadi hub penting bagi pasar umrah Jawa Timur yang terus tumbuh. Ini peluang besar untuk menghadirkan layanan keberangkatan yang lebih dekat, mudah, dan efisien bagi masyarakat,” ujarnya.
Irfan menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Haji dan Umrah tidak dapat dilepaskan dari kemitraan erat antara kementerian, pemerintah daerah, pengelola bandara, maskapai, dan seluruh pemangku kepentingan lain. Ia mengajak semua pihak membangun ekosistem yang mendukung jemaah untuk beribadah secara aman, nyaman, bermartabat, dan terjangkau.
Menutup kunjungannya, Gus Irfan menyampaikan harapan agar komunikasi dan kolaborasi terus diperkuat. “Kita ingin membangun kemitraan yang berkelanjutan demi meningkatkan kualitas perjalanan Haji dan Umrah bagi masyarakat Indonesia,” tutupnya.(*)







