KabarBaik.co, Yogyakarta- Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia kali ini memang gagal membawa pulang trofi Proliga 2026. Tetapi, tim voli putri kebanggaan Jawa Timur ini tetap sukses mencuri perhatian lewat performa individu yang tak terbantahkan di sepanjang musim ini.
Di tengah dominasi Jakarta Pertamina Enduro (JPE) di ujung musim yang sukses back to back mempertahankan gelar juara, ada tiga nama dari skuad Gresik Phonska Plus yang bersinar. Ketiganya masuk dalam jajaran pemain terbaik musim ini. Yakni, Geofanny Eka Cahyaningtyas, Yulis Indahyani, dan Arneta Putri Amelian.
Geofanny tampil impresif sebagai salah satu middle blocker terbaik. Perkembangannya terlihat signifikan sejak mendapat tempaan dari pelatih Marcos Sugiyama, mulai dari level junior hingga kini menjadi andalan di level profesional. Ketangguhannya di lini tengah menjadi tembok kokoh yang sempat menyulitkan serangan lawan sepanjang musim. Bahkan, pemain JPE sekelas Irina Voronkova, yang pernah jadi kapten Timnas Rusia sekalipun.
Sementara itu, Yulis Indahyani menunjukkan kelasnya sebagai libero terbaik. Ketangguhannya dalam menerima servis dan membaca arah serangan membuat lini pertahanan The Bulls—julukan Gresik Phonska Plus–tetap solid. Bahkan, dalam beberapa kali laga, ia harus berguling-guling untuk menjaga benteng pertahanan.
Peran krusial juga dimainkan oleh Arneta Putri Amelian yang dinobatkan sebagai setter terbaik. Distribusi bolanya yang variatif dan cerdas menjadi kunci permainan Gresik Phonska Plus tetap hidup.
Baca Profil Mereka:
- Arneta Putri Amelian, Simfoni Jari-Jemari dari Pasir Grobogan di Proliga 2026
- The Best Libero Pulang Kandang, Yulis Indahyani Tebar Aroma Juara Gresik di Proliga 2026
- Geofanny Eka: Satu Senjata Mematikan Gresik Phonska Plus di Proliga 2026
Meski harus mengakui keunggulan lawan di partai puncak, kehadiran tiga pemain terbaik ini menegaskan bahwa Gresik Phonska Plus sejatinya bukan sekadar finalis pelengkap. Mereka adalah fondasi masa depan timnas.
Di balik gemerlap gelar juara dan sorotan kepada pemain seperti Megawati Hangestri Pertiwi, kisah tentang Geofanny, Yulis, dan Arneta menjadi pengingat bahwa kemenangan tak selalu diukur dari trofi. Namun, juga dari konsistensi dan kualitas individu yang mampu bersaing di level tertinggi.
Beberapa volimania menyebut, sebetulnya pada musim ini Gresik Phonska Plus layak sebagai juara tanpa mahkota. Sebab, mereka tampil konsisten di sepanjang fase reguler dengan rasio set dan rasio poin yang mengerikan. Namun, petaka gagal juara itu terjadi setelah di fase final four. Ternyata, JPE menghadirkan pemain sekelas Irina Voronkova dengan kontrak yang tentu tidak kecil. Maka, betul juga adagium: no money, no thropy.
Daftar Penerima Penghargaan Individu Proliga 2026
Putra
- Best Outside Hitter – Boy Arnez Arabi (LavAni)
- Best Outside Hitter – Taylor Sander (LavAni)
- Best Opposite – Bardia Saadat (Bhayangkara)
- Best Middle Blocker – Hendra Kurniawan (LavAni)
- Best Middle Blocker – M. Malizi (LavAni)
- Best Libero – Irpan (LavAni Livin)
- Best Setter – Dio Zulfikri (LavAni)
- Best Player/MVP – Boy Arnez Arabi (LavAni)
- Best Coach – David Lee (LavAni)
Putri
- Best Outside Hitter – Irina Voronkova (Pertamina Enduro)
- Best Outside Hitter – Wilma Alishanova Salas (Pertamina Enduro)
- Best Opposite – Megawati Hangestri Pertiwi (Pertamina Enduro)
- Best Middle Blocker – Shindy Sasgia (Pertamina Enduro)
- Best Middle Blocker – Geofanny Eka Cahyaningtyas (Gresik Phonska)
- Best Libero – Yulis Indahyani (Gresik Phonska)
- Best Setter – Arneta Putri Amelian (Gresik Phonska)
- Best Player/MVP – Megawati Hangestri Pertiwi (Pertamina Enduro)
- Best Coach – Bulent Karslioglu (Pertamina Enduro)








