KabarBaik.co – Sebagian wilayah Kabupaten Bojonegori telah diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir. Namun, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro masih mencatat terdapat beberapa desa di wilayah itu hingga kini masih mengalami kekurangan air bersih.
Sejumlah petugas BPBD Bojonegoro pada pertengahan Oktober ini masih kerab mendroping air bersih ke sejumlah desa untuk memenuhi kebutuhan air warga yang masih mengalami kekeringan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro, Laela Noer Aeny mengatakan, penyaluran air bersih dilakukan karena warga di sejumlah wilayah minta bantuan air bersih. ”Saat ini sebagian wilayah Bojonegoro sudah mulai diguyur hujan, namun masih ada desa yang meminta droping air bersih karena masih dilanda kekeringan,” kata Laela, Rabu (16/10).
Sejak Juli hingga sekarang, lanjut Laela, BPBD Bojonegoro telah menyalurkan air bersih sebanyak 1.717 tangki kepada warga terdampak. Distribusi air bersih tersebut disalurkan ke 107 desa di 25 kecamatan yang mengalami kekeringan. ”Jumlah permintaan dropping air bersih tersebut meningkat dibandingkan dengan tahun lalu,” jelasnya.
Saat ini, lanjut Laela, masih ada 56 desa di 19 kecamatan masih terdampak kekeringan. Hal ini karena wilayah Bojonegoro belum sepenuhnya memasuki musim hujan. ”Diperkirakan sesuai prediksi BMKG musim hujan akan terjadi pada awal bulan November mendatang,” pungkas Laela. (*)







