KabarBaik.co – Ritual Puter Kayun di Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, Banyuwangi di tahun 2024 ini terasa berbeda, Jumat (19/4).
Bila biasanya tradisi ini ramai dengan pawai belasan delman, kali ini hanya diikuti 2 delman saja.
Ketua Panitia Puter Kayun, Mohammad Ihrom mengatakan penyebabnya karena jumlah delman di wilayah setempat berkurang drastis, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Jumlah dokar memang berkurang drastis di Kelurahan Boyolangu, tahun ini hanya tinggal dua,” kata Ihrom.
Sebagai gambaran Puter Kayun adalah ritual yang rutin digelar masyarakat Boyolangu setiap 10 syawal. Ritual ini untuk mengenang jasa leluhur setempat bernama Ki Buyut Jakso yang berperan penting dalam membuka akses jalan di Banyuwangi utara.
Oleh sebab itu, ritual Puter Kayun dilakukan dengan napak tilas sembari menaiki delman hias dari arah Boyolangu menuju Watu Dodol, sebuah batu besar di tengah jalan penghubung Surabaya-Banyuwangi. Jaraknya kurang lebih 15 kilometer.
Meski jumlah delman terus berkurang, Ihrom mengklaim hal itu tak mengganggu esensi ritual Putet Kayun. “Yang pentint bagaimana kita tetap bisa menuju dan sampai di pantai Watudodol,” kata dia.
Menyikapi jumlah delman yang terus berkurang, tak menutup kemungkinan mendatang delman akan diganti dengan kendaraan lain.
Ihrom menyebut caranya dibuat kendaraan modern yang dimodifikasi layaknya delman. Gagasan tersebut saat ini masih digodok oleh para pemangku kebijakan kelurahan setempat.
“Kalau nanti delman sudah tidak ada di Boyolongu, maka tidak menutup kemungkinan kita berganti menggunakan kendaraan modern. Esensi ritual ini bukan pada delmannya, tapi lebih kepada cara kami tetap melanjutkan tradisi menuju Watu Dodol,” tandasnya.






