KabarBaik.co, Nganjuk — Deru mesin helikopter yang mendarat di Lapangan Candirejo, Loceret, biasanya membawa kesan formal dan menegangkan. Namun, suasana di lapangan tersebut seketika mencair menjadi momen penuh kehangatan yang terekam jelas dalam ingatan warga.
Sebuah potret kedekatan antara penegak hukum dan masyarakat jelata mendadak viral di media sosial. Momen humanis ini diunggah oleh akun Facebook bernama Jaenuri, yang menangkap sisi lain dari seorang perwira tinggi kepolisian yang jauh dari kesan kaku.
Sosok itu adalah Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo. Meski menyandang pangkat jenderal bintang tiga di pundaknya, tak ada dinding pembatas yang ia bangun siang itu. Dedi membuktikan jargon bahwa polisi sejatinya berasal dari rakyat dan bekerja untuk rakyat.
Ada satu momen menarik yang tertulis dalam narasi Jaenuri. Di saat jalur resmi menuju kerumunan massa harus melewati sebuah jembatan kecil yang dijaga ketat oleh bawahannya, Dedi justru memilih cara lain.
Karena rasa tidak sabar untuk segera menyapa warga, jenderal bintang tiga ini memilih untuk melompati saluran air atau parit yang cukup lebar di dekat lapangan.
“Tidak sabar dan tidak melewati jembatan kecil yang dijaga ketat oleh bawahannya, Pak Jenderal dengan bintang tiga ini memilih meloncati saluran yang cukup lebar, karena ingin segera menyapa dan menyalami Mbah-mbah serta anak-anak,” tulis Jaenuri dalam unggahannya.
Begitu berhasil mendekat, Lapangan Candirejo langsung riuh. Bukan hanya ibu-ibu dan anak-anak yang histeris gembira, namun para lansia yang akrab disapa Mbah-mbah pun turut merapat.
Tanpa canggung, Dedi membagikan senyuman manisnya. Telapak tangan sang jenderal menyentuh lembut tangan-tangan keriput para lansia dan jemari mungil anak-anak yang menyambutnya dengan antusias. Sebuah gestur sederhana, namun memiliki makna mendalam bagi masyarakat di daerah.
Kebersamaan yang indah ini terus berlanjut bahkan hingga sang jenderal harus kembali bertugas. Saat melangkah keluar lapangan hingga dirinya sudah berada di dalam helikopter, lambaian tangan dan senyum ramah tak lepas dari wajahnya, menyapa warga yang melepas kepergiannya dari bawah.
Momen di Loceret ini menjadi refleksi indah tentang wajah Polri yang dicita-citakan, ramah, murah senyum, berbaur, dan benar-benar tidak menjaga jarak dari rakyatnya sendiri. (*)






