Muktamar ke-35 NU, Ratusan Manuskrip Ulama Nusantara Dipamerkan di Jombang

oleh -126 Dilihat
NT JATIM
Nahdlatut Turots bersilaturahmi dengan Panitia Lokal Muktamar NU di PP Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang

KabarBaik.co, Bangkalan- Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) tak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi. Jejak panjang tradisi keilmuan pesantren dan ulama Nusantara juga akan dipertontonkan kepada publik melalui pameran ratusan manuskrip dan kitab kuno dalam agenda “Turots di Muktamar”.

Pameran yang digelar Nahdlatut Turots (NT) tersebut akan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di kompleks Maqbarah KH Abdul Hamid Chasbullah, tepat di depan GOR Serba Guna (GSG) Tambakberas, Jombang.

Ketua Panitia Turots di Muktamar, Ayung Notonegoro, mengatakan pameran tersebut dipersembahkan sebagai bentuk penghormatan terhadap Muktamar NU ke-35 yang akan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

“Kami akan menggelar pameran dengan tajuk ‘Turots di Muktamar’ sebagai bentuk penghormatan pada forum tertinggi di Nahdlatul Ulama ini,” kata Ayung di Kantor NT, Bangkalan, Senin (10/8).

Menurut Ayung, pameran tersebut akan memperkenalkan khazanah intelektual ulama NU dari berbagai generasi. Koleksi yang ditampilkan tidak hanya berasal dari satu periode, tetapi juga menelusuri mata rantai keilmuan hingga generasi guru para muassis NU.

Sejumlah subtema akan dihadirkan. Di antaranya manuskrip yang ditemukan di berbagai pesantren di Jawa dan Madura, kitab karya ulama Nusantara dari beragam masa dan daerah, hingga karya-karya mutakhir yang ditulis para personalia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Ayung menyebut pameran tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat secara langsung betapa panjang dan kuatnya tradisi literasi serta keilmuan yang tumbuh di lingkungan pesantren.

“Para pengunjung akan menyadari betapa kuatnya tradisi keilmuan di lingkungan Nahdlatul Ulama. Terwariskan dari masa ke masa, tersambung dari guru ke guru. Sungguh kekayaan khazanah yang harus diketahui secara luas oleh publik,” ujarnya.

Tak sekadar memamerkan naskah, “Turots di Muktamar” juga menghadirkan Klinik Turots. Fasilitas tersebut dirancang sebagai ruang edukasi sekaligus layanan bagi masyarakat yang memiliki manuskrip atau naskah kuno.

Pengunjung dapat mengikuti mini kelas mengenai preservasi hingga digitalisasi naskah kuno. NT juga menggandeng Dinas Perpustakaan dan Arsip Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memberikan layanan perawatan dan digitalisasi.

“Monggo para pengunjung yang punya naskah kuno bisa dibawa ke sini,” kata Ayung yang juga founder Komunitas Pegon tersebut.

Pameran tersebut terbuka untuk umum dan berlangsung sejak pagi hingga malam. Lokasi di kompleks Maqbarah KH Abdul Hamid Chasbullah dipilih karena dinilai strategis dan mudah dijangkau peserta maupun pengunjung Muktamar NU.

Dengan konsep tersebut, pameran diharapkan tidak hanya menjadi ruang untuk melihat peninggalan literasi masa lalu, tetapi juga menjadi momentum menyambungkan kembali khazanah intelektual ulama Nusantara dengan generasi hari ini. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.