Nenek 84 Tahun di Bojonegoro Tertipu Modus Berangkat Haji Instan, Emas 34 Gram Raib

oleh -159 Dilihat
IMG 20260424 WA0018
Sukimah, korban penipuan haji secara instan, di rumahnya di Kecamatan Sukosewu, Bojonegoro. (Foto: Shohibul Umam) 

KabarBaik.co, Bojonegoro – Seorang nenek atau lansia di Kabupaten Bojonegoro yang memiliki keinginan kuat untuk berangkat haji, malah ditipu oleh seseorang yang mengaku bisa memberangkatkanya dengan cara instan. Akibat kejadian tersebut perhiasan emas miliknya seberat 34 gram raib dibawa pelaku.

Korban diketahui bernama Sukimah (84), warga Desa Klepek, Kecamatan Sukosewu, Bojonegoro. Peristiwa itu terjadi pada Senin (20/4) lalu, saat korban yang tinggal seorang diri di rumahnya di Dusun Sidomulyo didatangi dua pria tak dikenal.

Kedua pelaku datang menggunakan sepeda motor dan berpura-pura sebagai kerabat jauh. Tanpa rasa curiga, korban mempersilakan mereka masuk dan menjamu dengan ramah. Dalam perbincangan, pelaku meyakinkan korban bahwa mereka dapat membantu memberangkatkannya ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji secara cepat.

“Ada dua orang laki-laki yang datang. Saya kira orang baik, katanya mau langsung diberangkatkan haji, bukan umrah,” ujar Sukimah saat ditemui, Jumat (24/4).

Untuk meyakinkan korban, pelaku juga memberikan sejumlah bahan kebutuhan pokok seperti telur, mie instan, gula, dan minyak goreng. Barang-barang tersebut disebut sebagai persiapan syukuran keberangkatan haji, sehingga membuat korban semakin percaya. “Dikasih telur satu kilo, mie, gula, dan minyak, katanya buat syukuran berangkat haji besok,” tuturnya.

Dengan keterbatasan usia dan pengetahuan, korban akhirnya menyerahkan seluruh perhiasan emas miliknya kepada pelaku. Perhiasan tersebut terdiri dari kalung seberat 20 gram serta gelang masing-masing 4 gram dan 10 gram. “Yang dibawa itu kalung emas dan empat gelang, semuanya hilang dibawa kabur,” ungkapnya.

Sukimah menuturkan, perhiasan tersebut merupakan hasil tabungan selama bertahun-tahun dari pekerjaannya sebagai buruh tani. Ia mengumpulkan sedikit demi sedikit penghasilan dari memungut sisa panen padi untuk kemudian dibelikan emas. “Gelang dan kalung itu dari hasil ngasak, ya Allah kok tega. Kalau ingat kadang nangis,” ucapnya dengan haru.

Korban baru menyadari dirinya telah menjadi korban penipuan pada keesokan harinya, Selasa (21/4), setelah meminta bantuan tetangga untuk menanyakan kepastian keberangkatan hajinya kepada kepala desa. Peristiwa tersebut membuat warga sekitar geger. Kasus ini kemudian dilaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Sukosewu.

Sementara itu, Kapolsek Sukosewu, AKP Samsul Anam, mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku. “Kami masih melakukan penyelidikan. Kami juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran yang tidak masuk akal, terutama terkait pemberangkatan haji secara instan,” ujarnya.

Meski mengalami kerugian besar, namun Sukimah masih berbesar hati agar pelaku segera ditangkap sehingga tidak ada korban lain yang mengalami kejadian serupa. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.