Ngerinya Banjir di Sidoarjo, 17 Desa di Kecamatan Waru Terendam

oleh -40 Dilihat
IMG 20241224 WA0023
Kondisi banjir di jalan raya Tropodo, Sidoarjo. (Ist)

KabarBaik.co – Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, pada Selasa (24/12) selama lebih dari empat jam telah menyebabkan banjir di 17 desa. Ketinggian air di sejumlah lokasi dilaporkan mencapai 60-100 cm, atau setara lutut orang dewasa, sehingga aktivitas warga terganggu.

Camat Waru, Kabupaten Sidoarjo, Nawari, menjelaskan bahwa banjir ini terjadi akibat luapan Sungai Buntung yang tidak mampu menampung debit air setelah hujan deras.

“Daerah yang terdampak paling parah meliputi Berbek, Kepuh Kiriman, Pepelegi, dan Kedungrejo. Biasanya, jika Sungai Buntung meluap, wilayah seperti Janti, Wadungasri, dan Tambak Sumur juga ikut terendam,” ungkapnya.

Selain pemukiman warga, luapan air juga memasuki jalan-jalan utama, membuat akses transportasi terhambat. Warga di beberapa desa seperti Kundi dan Kepuh Kiriman bahkan mulai memindahkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan.

“Saat ini debit air di Sungai Buntung masih sangat tinggi, sehingga pompa air tidak dapat digunakan. Kami hanya bisa menunggu debit air menurun secara alami,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya tengah melakukan identifikasi jumlah warga yang terdampak untuk dilaporkan kepada pemerintah kabupaten.

Menurut Nawari, banjir di wilayah ini kerap terjadi setiap kali hujan deras dengan durasi panjang melanda. Namun, banjir kali ini terbilang cukup parah karena curah hujan yang tinggi belum mereda sepenuhnya. Hingga berita ini ditulis, hujan masih turun dengan intensitas ringan di beberapa lokasi.

Di sisi lain, Nawari menegaskan pentingnya penanganan jangka panjang untuk mengatasi banjir yang kerap melanda Kecamatan Waru. “Perlu ada peningkatan kapasitas Sungai Buntung dan pengelolaan drainase yang lebih baik untuk mencegah banjir berulang,” tegasnya.

Pemerintah Kecamatan Waru juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan kondisi di wilayah masing-masing. “Kami akan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut,” tutupnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Yudha
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.