Ning Hana Edukasi Orang Tua di Trowulan Mojokerto, Tekankan Cegah Stunting dan Batasi Gadget pada Anak

oleh -142 Dilihat
Ning Hana, ketua tim pembina posyandu Kabupaten Mojokerto, memberikan edukasi kepada masyarakat saat kegiatan Gema Pitu. (Istimewa)
Ning Hana, ketua tim pembina posyandu Kabupaten Mojokerto, memberikan edukasi kepada masyarakat saat kegiatan Gema Pitu. (Istimewa)

KabarBaik.co, Mojokerto – Pemerintah Kabupaten Mojokerto kembali menggelar Gerakan Bersama Masyarakat di Posyandu Terintegrasi Terpadu (Gema Pitu) di Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan.

Kegiatan ini menghadirkan Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Mojokerto, Shofiya Hanak Albarra atau Ning Hana. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak masyarakat memahami pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting.

Ning Hana menjelaskan, pertumbuhan anak berkaitan dengan kondisi fisik seperti tinggi dan berat badan, sedangkan perkembangan menyangkut kecerdasan, kemampuan otak, dan keterampilan yang harus dipantau sejak dini.

Ia juga mengingatkan orang tua untuk memanfaatkan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sebagai panduan memantau tumbuh kembang anak.

“Buku KIA ini jimat panjenengan. Di sini ada kolom-kolom stimulasi untuk mendukung perkembangan yang wajib diisi orang tua, bukan diisi kader,” ujarnya, Rabu (5/8).

Selain itu, Ning Hana mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) sesuai usia dengan mengutamakan bahan alami serta membatasi penggunaan gula, garam, dan penyedap rasa.

Para ibu juga diimbau menghindari faktor risiko kehamilan melalui prinsip 4T, yakni tidak terlalu muda, tidak terlalu tua, tidak terlalu dekat jarak kehamilan, dan tidak terlalu banyak melahirkan. Paparan asap rokok juga disebut dapat mengganggu penyerapan nutrisi pada janin dan meningkatkan risiko stunting.

Dalam arahannya, Ning Hana menjelaskan bahwa Posyandu kini telah bertransformasi menjadi Posyandu Terintegrasi Terpadu yang tidak hanya fokus pada layanan kesehatan, tetapi juga mencakup enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), mulai pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, hingga sosial.

“Posyandu ini mengalami perubahan, sebenarnya lebih terintegrasi dan lebih lengkap. Yang dulunya hanya pelayanan kesehatan, sekarang ditambah bidang-bidang lainnya,” katanya.

Pada bidang pendidikan, Ning Hana menekankan pentingnya membangun budaya literasi sejak usia dini. Ia mengimbau orang tua tidak mengenalkan gadget kepada anak usia 0 hingga 2 tahun karena masa tersebut merupakan periode emas perkembangan otak.

“Anak usia 0 sampai 2 tahun monggo dimaksimalkan mengenal literasi lewat buku saja. No screen time, tidak ada dikenalkan gadget,” tuturnya.

Ia juga mengajak masyarakat aktif melaporkan jika terdapat Anak Tidak Sekolah (ATS) di lingkungan sekitar agar bisa mendapatkan pendampingan dan solusi pendidikan yang sesuai.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.