OJK Yakin Reformasi Pasar Modal Berbuah Positif, Meski Berpotensi Picu Perubahan Indeks MSCI

oleh -201 Dilihat
PT Bursa Efek Indonesia (BEI)
PT Bursa Efek Indonesia (BEI)

KabarBaik.co, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis langkah reformasi integritas pasar modal Indonesia akan membawa manfaat besar dalam jangka panjang, meski berpotensi memicu perubahan komposisi saham Indonesia dalam indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyusul hasil rebalancing MSCI yang dijadwalkan diumumkan pada Selasa (12/5).

Friderica yang akrab disapa Kiki menegaskan, pembenahan fundamental pasar modal memang dapat menimbulkan dampak jangka pendek. Namun, langkah tersebut dinilai penting demi menciptakan pasar keuangan yang lebih sehat, transparan, dan berintegritas.

“Dengan perbaikan, reformasi integritas yang kita lakukan, pasti ada dampaknya. Dan kalaupun ada penyesuaian jangka pendek, kita melihat ini sebagai short term pain, tapi insyaallah long term gain,” ujar Kiki di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menurutnya, potensi perubahan komposisi saham Indonesia dalam indeks MSCI merupakan konsekuensi dari berbagai upaya pembenahan yang tengah dilakukan regulator. Reformasi itu mencakup penguatan keterbukaan informasi, peningkatan integritas pasar, hingga penegakan hukum yang lebih tegas.

Kiki menjelaskan, MSCI sebelumnya telah menyampaikan kebijakan freeze atau penghentian sementara masuknya saham baru Indonesia ke dalam indeks. Namun demikian, saham-saham yang telah masuk sebelumnya masih berpotensi keluar dari indeks tersebut.

“Kan mereka (MSCI) sudah bilang freeze, jadi tidak ada saham baru yang masuk ke indeks MSCI, tapi yang lama mungkin akan keluar. Tapi ya, kita lihat semoga ini bisa kita antisipasi dengan baik,” katanya.

Meski demikian, OJK meminta pelaku pasar tidak bereaksi berlebihan terhadap hasil rebalancing MSCI. Menurut Kiki, potensi penyesuaian indeks merupakan bagian dari proses penguatan fundamental pasar modal nasional.

“Jadi jangan orang terus jadi dibikin panik dan lain-lain, enggak. Ini memang konsekuensi dari perbaikan yang kita lakukan,” tegasnya.

Terkait potensi penurunan status Indonesia dari kelompok emerging market, Kiki menyebut keputusan tersebut baru akan ditinjau MSCI pada Juni 2026. Ia berharap berbagai reformasi yang tengah dijalankan regulator dapat menjadi pertimbangan MSCI untuk tetap mempertahankan Indonesia dalam kategori emerging market.

OJK juga menilai kualitas keterbukaan informasi dan granularitas data di Indonesia sudah semakin baik, termasuk dalam aspek integritas pasar yang selama ini menjadi perhatian investor global.

Selain itu, regulator terus menjalankan delapan langkah reformasi pasar modal, mulai dari penguatan penegakan hukum, peningkatan kualitas perusahaan tercatat, hingga mendorong pertumbuhan jumlah investor domestik.

Kiki menambahkan, upaya pendalaman pasar keuangan juga terus dilakukan melalui peningkatan basis investor domestik, baik ritel maupun institusi. Langkah itu dinilai penting untuk memperkuat ketahanan pasar modal Indonesia menghadapi gejolak ekonomi global.

“Dulu, dua puluh tahun lalu, kalau ada guncangan global itu panik semua karena kalau terjadi outflow isinya kan asing. Kalau sekarang, investor kita 26 juta dan semakin banyak investor, baik retail maupun institusi, semakin banyak masuk ke pasar modal Indonesia,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.